Akibat dari terlambatnya pengiriman paket ke customer, perusahaan X telah di complain customer untuk mengganti kerugian yang terjadi. Tidak hanya sampai di sini, customer telah menuliskan “suara pembaca” di sebuah harian terkemuka nasional, sehingga nama baik perusahaan X dipertaruhkan.
Usut punya usut setelah dilakukan penyelidikan internal, Amir lah sementara ini dianggap sebagai pelaku kesalahan. Karyawan yang sehari-hari bekerja di bagian distribusi ini, tentu tidak tinggal diam. Ia mengecek ke buku laporan ekspedisi, untuk menguatkan alibi bahwa apa yang dilakukannya sudah sesuai dengan SOP perusahaan. Setelah dia cek, ternyata perusahaan jasa pengirimanlah yang terlambat memenuhi order pengiriman ke customer perusahaan X, dengan dalih sedang marak terjadi demo. Demo pun akhirnya jadi akar penyebab utama.
Hal sama persis (baik problem maupun akar penyebabnya) terjadi dan menimpa perusahaan Y. Dalam kasus ini, Tono lah yang secara job desc sama persis dengan Amir.
Bagaimana NLP memandang attitude perusahaan maupun orang dalam konteks kasus di atas?
Perusahaan X tetap tidak mau mengganti kerugian customer karena yang salah menurut mereka adalah perusahaan rekanan jasa pengiriman. Bahkan mereka ingin menggugat balik customer maupun perusahaan jasa pengiriman, atas dugaan telah melakukan pencemaran nama baik perusahaan X, baik langsung maupun tidak langsung. Apapun respon yang akan ditunjukkan customer dan perusahaan rekanan jasa pengiriman, perusahaan X siap menghadapi tanpa pandang peduli. Perusahaan membela Amir mati-matian.
Perusahaan Y pada awalnya melakukan pendekatan ke customernya. Melalui karyawan yang ditugaskan, mereka mendatangi tempat kediaman customer, sekaligus menyampaikan maaf. Demikian pula atas segala kerugian yang terjadi, perusahaan Y siap bertanggung jawab memberikan kompensasi kerugian atas hasil kesepakatan kedua belah pihak. Kepada Tono dan perusahaan rekanan jasa pengiriman, perusahaan Y tetap melakukan pembinaan sesuai dengan peran dan tanggungjawab masing-masing. Tono siap bertanggung jawab, perusahaan jasa pengiriman siap jbertanggung jawab. Demikian juga Perusahaan Y siap bertanggung jawab.
NLP berpandangan: “Mau BERTANGGUNG JAWAB atas segala RESIKO tindakan/perbuatan, adalah hal yang membedakan attitude seseorang, attitude sebuah perusahaan”