Pernahkah Anda melakukan sebuah kesalaha fatal dalam bekerja? Ya sebuah kesalahan yang Anda sendiri tak pernah membayangkan akan terjadi. Kesalahan ini bukan karena Anda sengaja melakukan, seperti mencuri, korupsi, atau menganiaya rekan kerja yang jelas-jelas secara unsur pidana tidak dapat ditolerir.
Mungkin Anda pernah demam panggung saat harus pidato di depan jajaran Direksi perusahaan, karena grogi ada satu atau dua kata/gerakan yang sangat memalukan terjadi, dan Anda berhari-hari pusing tujuh keliling dibuatnya, malu, keki, gengsi.
Mungkin pula Anda pernah salah kirim surat/data yang harusnya ke Mr A, eh tertulis alamat ke Mr B yang mana ini menyangkut data-data dan informasi rahasia perusahaan/pribadi, dan akibat kesalahan ini, Mr A jadi tahu rahasia Mr B.
Dan lain-lain kesalahan menurut memory Anda sendiri.
Kekeliruan itu sempat lama sekali menghantui pikiran dan perasaan Anda. Saat akan mengerjakan hal yang sama, atau ketemu dengan orang-orang yang pernah melihat kejadian memalukan itu, pikiran dan perasaan Anda langsung connected pada pengalaman buruk tersebut. Peristiwa tersebut seolah menjadi beban yang terus dibawa-bawa sepanjang masa.
Masa lalu adalah memory. Peristiwanya sendiri sudah berlalu. Kadang emosi lah yang masih terus dibawa. Yang PALING BERAT adalah pelanggaran/kesalahan terhadap BELIEF~VALUE diri yg selama ini dijunjung tinggi.
Misalkan seorang Trainer salah ajar atau mati gaya di depan kelas, seorang Sekretaris tanpa sengaja mengirim data rahasia bossnya, seorang akuntan yang analisa keuangan perusahaan jatuh kepada pihak yang tidak berkepentingan. Jika BELIEF~VALUE sendiri dilanggar maka biasanya kita sendiri SULIT melupakan, SULIT memaafkan diri.
Coba satu jurus sederhana ala NLP ini, silahkan kita burn peristiwa yang AMAT PENTING tersebut menjadi TERASA KURANG PENTING, misalkan (ini satu contoh saja) pada kasus karyawan yang gagal pidato di depan jajaran DIreksi, ybs bisa self talk dengan kalimat begini:
“Sejago-jagonya Tantowi Yahya atau Oprah W pun PASTI pernah membuat kesalahan bicara di depan public, apalagi saya?”
Lega, tenang khan…
Selamat mencoba.
Posted by sera25 on Agustus 29, 2008 at 9:45 am
Bagus juga trik buat ngadepin kesalahan kerjanya,tapi teeeteep semua itu balik lagi ke personality masing2 orang yang menerimanya..
Pengalaman pribadi nih…ya bos ku itu yang typicalnya suusaah nerima kesalahan.
Posted by Krisnawan Putra on Agustus 31, 2008 at 9:13 pm
Sera, kira-kira nieh ya…Apa TUJUAN BAIK Bos dibalik sulit menerima kesalahan anak buah?
Posted by yudhi02 on September 20, 2008 at 12:44 pm
Artikel yang sangat bermanfaat
Thanks buat article nya. Oh iya ijin publish di web aq
Yudhi K Gunawan
http://www.theplatinumcoaching.com
http://www.humanikatransformer.wordpress.com
Posted by Krisnawan Putra on Oktober 6, 2008 at 2:33 pm
Dear Yudhi K Gunawan,
Terima kasih kembali, silahkan artikel ini di publish di web Anda. Silahkan sertakan link url nya ya…
Posted by rendyadamf on November 10, 2008 at 10:01 am
tulisannya sungguh keren bgt..tapi mengapa saya selalu dikejar2 dengan kslhn ms lalu itu..ada metodenya yg jitu ga?,
Posted by Krisnawan Putra on November 10, 2008 at 10:36 am
Dear Rendy,
Sesungguhnya masa lalu, bukankah masa lalu. Apa untungnya sieh menggendong terus masa lalu? Capee khan…
Posted by rendyadamf on November 12, 2008 at 6:03 am
emm..hehe,,masa lalu ku sebenernya udah bisa saya maafin sendiri,,tp..gtw blm bs sy lupain.tiap sy inget sy suka cms sndr..y mungkin bener kata bang krisna,,g enak bw2 masa lalu..lg cr software bwt ngedelete vrs nya neh hehe..so..doakan saya kawandh..supaya trs maju,,ms lalu udh kering tintanya haha..mampir dong ke blog band saya..rendyasylum.wordpress.com owkay..smg bang krisnawan dimudahkan urusnnya o/Nya..
Posted by rendyadamf on November 12, 2008 at 7:21 am
hey tuker link yuk..mksh udah maen d blog y..