APA ITU TNA (Training Need Analysis)?


Training Need Analysis (TNA) adalah kegiatan/aktivitas menganalisis kebutuhan training. Ibarat kegiatan dokter dalam menangani sakit pasien, maka TNA adalah mirip (meski tak sama) dengan kegiatan mendiagnosis penyakit. Untuk mendiagnosis penyakit, dokter perlu melakukan wawancara pendahuluan dan pendalaman dengan pasien, menyentuh bagian-bagian tubuh pasien yang dirasa sakit, mengukur tekanan darah, memeriksa mata dan mulut pasien dengan senter/alat bantu penerang lainnya, bahkan memerintahkan dilakukan cek darah ke laboratorium untuk mendapatkan hasil yang presisi.

Kegiatan diagnosis ini menjadi vital, mengingat jika terjadi salah diagnosis sangat mungkin terjadi bukannya pasien sembuh, namun justeru malah meninggal, atau kalaupun sembuh membutuhkan waktu yang ralatif lama dan dengan biaya cukup besar. Sekarang kita menjadi paham, mengapa kegiatan mendiagnosis penyakit yang dilakukan oleh dokter, biasanya memakan waktu panjang, dilakukan secara bertahap, dan fasenya berkelanjutan, dibanding tindakan intervensi/operasi penyakitnya sendiri.

Pun demikian dengan training, TNA adalah serangkaian proses untuk menemukan akar masalah penyebab terjadinya GAP antara tuntutan pekerjaan dengan hasil performance karyawan dan kemudian memberi solusi yang tepat melalui pengembangan Knowledge, Skill, Attitude (KSA) karyawan.

Prosesnya TNA pun berkesinambungan dan saling mengkait, meliputi tahap dari pra traning, hari H training, hingga pasca training. Mengapa demikian? Ya karena pengenalan, pemahaman, kesadaran terhadap masalah, kesulitan, kemampuan, kecenderungan modalitas dominan Trainee akan jelas diketahui dan sangat mungkin terjadi berbeda-beda penemuannya pada tiap tahapan pra training, hari H, dan pasca Training.

Tahapan-tahapan kegiatan untuk mendapatkan hasil TNA yang tajam, presisi tersebut di atas, dikenal dengan istilah Training Need Orientation (TNO).

Apalagi ini TNO??? Nantikan hadirnya buku dan training saya, SPECIAL di tahun 2009 ini…Anda berminat?

About these ads

5 Comments

  1. TNO [Training Need Orientation] = TARNO biar lebih Indonesia Mas and lebih Njawani. Makin hari saya makin mengerti siapa dan mau apa Mas Krisnawan ini. Beliau bukan pengin sekedar jadi trainer (ato malah nggak pangin? hehehe) tapi “mbah”nya trainer heheheh
    Salut Mas, kabar2 yo Nek bukunnya dah terbit!!!

  2. Ide bagus TARNO, agar lebih familiar…. bak PARNO atawa DARNO, ha ha ha.

    Masih banyak Mas Zampoerno yang layak di sebut Mbah…nah itu para MASTER TRAINER…kalau saya MLESTER aja deh, he3x

    Sukses juga buat Jenengan di Malang sana ya…

  3. komentar saya sepakat menggunkana metode TNA tingkat keberhasilan training jadi terukur..cuma mas krisnawan saya kan kerja di lembaga training untuk publik..gmn ya aplikasi TNA nya…apa TNA itu cuma bisa digunakan untuk training internal aja?…
    Terima kasih…

  4. Dear Alfydesty,

    Pada prinsipnya, proses TNA perlu dilakukan lebih dahulu untuk segala jenis training (Public vs In House, Soft Skill vs Hard Skill). Ini prinsipnya dulu.

    Nah mengenai teknis diagnosisnya u public training, dapat dilakukan misalnya:
    > Kirim kuisioner untuk CALON peserta yg sudah daftar
    > Di awal training di kelas (gathering info, diskusi, kuisioner)
    > Atau dari hasil evaluasi training sebelumnya pada jenis modul yang sama.

    Semoga membantu. Terima kasih

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s