Apapun Situasinya, Perkenalan adalah Asset!


Siapa sangka dari seorang petugas pembangunan tower, hadir rencana kerjasama training prospektif?

Pagi itu, Minggu, 3 Juni 2007, bunyi derit roda Taksaka Jogja-Jakarta mulai menghiasi telinga. Lokomotif beserta 10 gerbong berjalan secara perlahan. Maka, upacara ritual naik kereta pun dimulai. Duduk, kenalan dengan rekan bangku sebelah, dan selanjutnya baca-baca majalah, buku, atau koran yang sempet di beli sebelumnya.

Setelah sekian lama, rasa bosan mulai menghinggapi perjalanan. Apalagi tayangan acara TV di depan gerbong kurang menimbulkan selera. Akhirnya, kulangkahkan kaki menuju gerbong restorasi. Niatan membunuh booring dalam diri ternyata bersambut. Terhampar jajaran bangku saling berhadapan yang disusun secara apik, dan mengesankan memang tempat ini untuk relaks. Kuhampiri satu kursi dekat jendela, sambil memesan segelas es jeruk pelepas dahaga. Tak terasa kegiatan yang awalnya untuk melepas booring ini justru berbuah networking luar biasa, heemmmmm….:)

Perkenalan pertama saya adalah dengan seorang polisi pengawal keamanan perjalanan. Dari cerita dinas di Kalimantan, seputaran dunia reskrim, sampai kepindahan tugasnya ke Jawa, lengkap menjadi bumbu pembicaraan kami. Seluk beluk dan suka duka mengawal perjalanan plus tips naik kereta yang nyaman dan aman turut ia bagikan. Hmmmm, suatu saat pengetahuan ini akan sangat berguna ketika saya naik kereta lagi. Thank’s Pak Polisi, dan selamat bertugas terus untuk menciptakan rasa nyaman dan aman seluruh penumpang KA.

Menjelang siang, saya pun berkenalan dengan seorang yang bertugas di bagian pembangunan menara tower salah satu provider jaringan telepon seluler. Bicara ngalor-ngidul, berbuah pada rencana kerjasama training dengan berbagai pemda. Kebetulan dia memiliki kenalan dan hubungan baik dengan beberapa kepala daerah, yang sudah biasa ditemuinya dalam pengurusan ijin pendirian tower. Bapak penggemar berat burung kicau ini, sudah sering melanglang buana ke daerah-daerah tingkat dua di Kalimantan, Sulawesi, Sumatra dan Jawa. Jadi kebayangkan khan ya networkingnya…:)

Selanjutnya, sesosok gadis muda belia duduk di samping saya persis selewat sebuah stasiun yang terbilang besar. Ia lulusan SMA dari salah satu kota yang dilewati jalur Taksaka ini. Di usia mudanya, yang bikin saya salut adalah dia sudah berani mengadu nasib di tengah kerasnya kehidupan ibukota. Profesinyapun tidak main-main: agen marketing sebuah perusahaan asuransi kerugian disandangnya. Kami berduapun terlibat dalam obrolan yang multi topik, dari seputar pekerjaan, karir, ngadepin leader, jodoh, kebutuhan ekonomi hingga berkembang ke rencana kerjasama kami di bidang asuransi properti dan kendaraan.

Orang ke empat yang menghiasi perjalanan ini adalah salah seorang pimpinan proyek rehabilitasi bencana alam di Aceh dan Jogja. Pria paruh baya yang hampir seluruh rambutnya memutih ini banyak berkisah tentang awal-awal pengalaman terjun membangun Aceh, pasca tsunami. Darinya saya jadi semakin kebayang mengenai gambaran riil kondisi lapangan Aceh, termasuk aspek sosio kultural masyarakat di sana yang selama ini tak diekspos media. Lahirlah kemudian peluang kerjasama pendistribusian alarm gempa di daerah-daerah rawan bencana tersebut, win-win khan:)

Nah, orang terakhir yang saya kenal adalah pelatih nasional sepatu roda. Dari obrolan kami, saya jadi tahu bahwa bapak yang satu ini dulu pernah melatih artis Sally Marcelina dan Nia Dicky Zulkarnaen agar terampil bersepatu roda. Beliau juga mendalami ilmu pernafasan untuk mengembangkan kemampuan konsentrasi. Dari kompetensinya ini, sudah banyak atlit bela diri nasional yang belajar cara berkonsentrasi dalam menghadapi lomba-lomba atau kejuaraan. Saat ini ia sedang aktif mengembangkan konsentrasi dengan metode wirid yang sudah diajarkan di berbagai pesantren di daerah Banten. Sehari-hari beliau bekerja di bidang properti. Trus apa dunk bentuk kerjasamanya? Disamping saya janjian lebih lanjut untuk belajar ilmu konsentrasi darinya, ada juga rencana kerjasama di bidang properti, dari pemasangan alarm gempa di tiap rumah yang selesai dibangun di proyeknya, juga berkaitan dengan proteksinya yang saya mediasikan dengan agen asuransi yang juga baru saya kenal di dalam gerbong yang namanya kereta ini…ssssstttt, sesederhana itu ya menangkap peluang bisnis?

Auuudduuuuh! Tak terasa rangkaian Taksaka sudah akan memasuki stasiun Gambir. Jarak Jogja-Jakarta yang lebih dari 500 km, menjadi terlalu singkat. Dan berbekal es Jeruk 5 ribu, sebungkus A mild 10 ribu, total 15 ribu saja potensi kerjasama dengan pihak lain terbuka lebar. Apalagi hubungan silahturahmi yang terkandung di dalamnya tak dapat dinilai dengan uang.

Semua ‘hanya’ dimulai dari langkah kenalan, ngobrol, ngobrol dan semakin mengenal.

Tulisan ini ada efek sampingnya. Bila Anda pengin maju, suka tantangan, suka cari peluang, namun masih malas menggunakan daya kreatif Anda…Ati-ati setelah membaca tulisan ini akan muncul keinginan untuk mengunjungi gerbong restorasi kelak… Tolong pikirkan masak-masak, karena restorasi di kereta itu deket banget ama dapur….. jadi lumayan puaaanasssnya. So, kenapa nggak sekalian aja kita jadi kreatif…? Peace man:)

7 pemikiran pada “Apapun Situasinya, Perkenalan adalah Asset!

  1. Seru Mas…,
    Aku juga biasanya tempat nongkrong yang enak di restorka…, tempat termudah untuk berkenalan selain teman yang duduk di samping.

  2. Ping balik: Motivator Pribadi « Yudhi Arie Baskoro @ Selikoer

  3. fantastic story bro, coba bayangkan kalau kita nongkrongnya di cafe atau retaurant bintang 5, susah dapet kenalan yg langsung bisa nyambungkan?
    Karena udah berat digaya hidup dulu, dan nongkrong disitupun mesti sudah janjian dulu ketemu siapa? bisnis apa? mobilnya apa?

    Hah!!!!!!! ternyata dengan uang 15 ribu kerjaan dan prospect bagus didepan mata unbelievable!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Salam Sukses Pak Kris…..

  4. Ping balik: UANG BUKAN HAL YANG UTAMA « Krisnawan Putra, Progresif Motivator

  5. Ping balik: Ketika Aku Mengubah Persepsiku, Hidupku Berubah « Krisnawan Putra

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s