Tak Selamanya ‘Dendam’ itu Kelabu


Saat makan semalam, sayup-sayup dari radio terdengar lagu yang dinyanyikan almarhum Mas Chrisye …’tak selamanya mendung itu kelabu, nyatanya…’ Pikiran iseng saya langsung muncul. Apa memang ada mendung selain hitam dan kelabu? Bukankah mendung yang bukan kelabu itu namanya awan? Ternyata ada…

Dulu sewaktu saya sedang menyelesaikan skripsi saya jatuh cinta pada salah satu mahasiswi kampus biru. Sukseskah…? ternyata bertepuk sebelah tangan. Entah apa gerangan penyebabnya saya sungguh lupa itu kronologinya. Yang jelas dan masih saya ingat sampai sekarang, gara-gara kasmaran itu proses penyelesaian skripsi terlantar hingga 2 bulan.

Merasa rugi sudah buang waktu sia-sia, saya dendam. Tak jelas kepada siapa dan untuk apa. Pokoknya dendam. Anehnya, akibat dari dendam itu muncul tekad kuat untuk segera menyelesaikan skripsi secepat-cepatnya.

Siang ke perpustakaan, sore milah-milih bahan, malam hingga dini hari ketik bahan. Waktu itu ngetiknya di rental komputer pakai program WS. Maklum karena tak sempat ikut les komputer maka mengetik saya masih gratal-grutul. Jadilah Bapak penjaga rental sebagai coach saya.

Akhirnya dengan sistem kebut semalam tiap hari, proses pengerjaan skripsi bisa selesai sama persis dengan waktu saya kasmaran, dua bulan. Bimbingan ke dosen hanya cukup sekali, langsung disuruh daftar ujian, dan lulus dengan nilai sangat memuaskan. Lega…

Coba dulu tak kasmaran, pasti lebih cepat 2 bulan lulusnya. Eh mungkin juga sebaliknya lho… jangan-jangan skripsi tidak selesai cepat, tanpa diperkuat rasa ‘dendam’ itu. Luar biasa khasiat DENDAM POSITIF. Energi potensialnya langsung bikin adrenalin naik dan mendorong penyelesaian tugas sekencang-kencangnya, wuss-wuss-wuss.

Mau coba merasakan dahsyatnya dendam positif? tinggal geser saja orientasi dendam Anda ke arah yang membangun. Ya, sesederhana itu langkahnya.

Hmmm, ternyata benar kata Mas Chrisye: ‘Tak selamanya dendam itu kelabu’

2 pemikiran pada “Tak Selamanya ‘Dendam’ itu Kelabu

  1. menggeser bar dendam ke arah kanan alias positif butuh effort yang besar mas…sama kaya menggeser energi negatif dari patah hati menjadi energi positif

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s