Mengoptimalkan Hasil Training Anggota Tim


Banyak manajemen perusahaan belum puas dengan performance karyawan yang telah dikirim mengikuti training. Tidak ada perubahan yang signifikan bila dibandingkan dengan sebelum mengikuti training. Padahal biaya yang sudah dikeluarkan perusahaan tidak kecil. Maka seringkali training dipandang hanya sebagai pemborosan keuangan perusahaan belaka. Training adalah cost, bukan investasi.

Untuk membantu meminimalisir tingkat ‘kegagalan’ investasi training tim Anda, berikut saya bagikan sejumlah tool yang dapat digunakan oleh Anda sebagai leader, apapun fungsi kerja Anda. Rumusan ini saya susun dalam beberapa tulisan (serial) karena relatif panjang. Soalnya memang ada beberapa tahapan yang saling terkait. Nah, pada seri pertama ini saya akan lebih banyak memaparkan peran leader dalam tahapan merumuskan Training Need Analysis (TNA). Selengkapnya sebagai berikut:

1. Pastikan anggota tim mengikuti training yang benar-benar menjadi kebutuhannya dikaitkan dengan kecakapan dan tuntutan pekerjaan/organisasi. Fase ini namanya merumuskan training need analysis. Dalam praktek di organisasi perusahaan justru pada fase ini banyak leader abai atau mengganggap sebagai hal tidak penting. “Pokoknya saya sudah mengirim anak buah ikut training pada tahun ini”. Masalah tepat atau tidaknya training tsb bagi anggota timnya bukan menjadi masalah penting.

2. Training Need Analysis adalah rumusan spesifik kebutuhan masing-masing anggota tim. Sekalipun masa kerja, jabatan dan fungsi kerja anggota tim kita sama, namun bukan berarti kebutuhan training mereka juga sama. Mungkin kebutuhan training yang sama hanya terjadi pada tahap awal masuk kerja (program orientasi karyawan baru). Selebihnya, saya percaya masing-masing orang membutuhkan penentuan waktu training dan jenis training yang berbeda.

3. Hati-hati dengan jebakan masalah penyebab orang tidak produktif dan optimal bekerja. Bisa jadi seorang anggota tim kita tidak perform bukan karena ia tidak cakap, namun karena ada masalah lain atau adanya harapan diri yang tidak terpenuhi. Misalnya, karyawan sering tidak diakomodir ide-ide atau harapannya sehingga motivasinya turun, maka training motivasi bukalah solusinya. Ini pasti akan bikin hasil training tidak membuat perubahan apa-apa terhadap motivasi karyawan kita tsb. Tidak semua masalah anggota tim dapat diintervensi dengan training!

4. Untuk itu, tanggung jawab melakukan Training Need Analysis ini tidak di tangan HRD/Training Department, namun ada pada fungsi seorang Leader, karena dialah yang paling tahu kecakapan dan performance kerja sehari-hari anggota timnya.

5. Sebaiknya, setiap awal tahun kerja, kita sebagai leader menyusun peta TNA masing-masing anggota tim. Hasil TNA ini selanjutnya dikoordinasikan pelaksanaannya dengan pihak HRD atau Training Department sesuai potret kinerja anggota. Meskipun sudah ada rumusan baku yang tertuang dalam KPI masing-masing jabatan, namun menurut hemat saya, tahap menelisik lagi siapa, kapan, dan dikirim training apa pada tahun depan, seyogyanya tetap dilakukan oleh leader.

6. Ketepatan Anda dalam merumuskan TNA anggota tim Anda, maka paling tidak 50% hasil training sudah bisa dipastikan efektif. Selebihnya tinggal tergantung desain training, trainer, dan trainee yaitu anggota tim Anda sendiri.

7. Karena pentingnya tahapan TNA ini, maka menjadi worted apabila leader dapat mengikuti workshop Training Need Analysis yang sudah tersedia di beberapa lembaga training. Atau sebagai alternatif Anda dapat meminta bagian HRD/Training menjelaskan detail mengenai TNA ini. Leader dan bagian HRD/Training adalah partner stratejik dalam pengembangan kompetensi karyawan. Sukses pengembangan anggota tim kuncinya berawal dari adanya hasil rumusan training need analysis yang tajam dan menyentuh kebutuhan masing-masing anggota tim.


Selamat mencoba dan rasakan bedanya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s