Apa Gunanya Ragu-ragu?


Dear Progresifoner’s,

Saya pelajari dari kasus-kasus yang datang ke ruang konsultasi, coaching maupun kelas training saya sebagian besar adalah masalah yang kental dengan nuansa keragu-raguan. Kebingungan untuk melakukan pilihan, membuat keputusan, dan kegamangan melangkah. Seribu macam alasan dikemukakan. Dari belum menemukan moment yang pas, ketakutan di tolak, kemungkinan menderita, kekuatiran bangkrut dan gagal.

Banyak orang lebih mudah menyebutkan kesulitan yang akan muncul, daripada yakin untuk mendapat peluang dan kesempatan bagus. Padahal sampai kapanpun seseorang tidak akan pernah siap mengambil pilihan dan keputusan, bila neraca timbangan pikiran lebih berat ke bandul kesulitan dan kegagalan. Inilah akar dari sikap ragu-ragu.

Anda baca buku puluhan kali, ikut training ratusan kali, bahkan ribuan kali konsultasi atau minta nasehat tidak akan berarti apa-apa, tidak membawa progress sedikitpun dalam hidup bila Anda masih kuatir keluar dari zona nyaman (comfort zone) Anda.

Setiap keputusan membawa resiko namun berita gembiranya juga menghadirkan peluang dan keberhasilan. Saran saya, perhitungkan resiko yang wajar dari tiap keputusan anda, namun jangan terlalu detail dan hati-hati menyikapi dan memberi makna terhadap resiko tersebut. Sikap terlalu over hati-hati pada akhirnya akan membuat Anda tidak akan berani melangkah. Atau akan terus hidup dikungkung keraguan.

Keyakinan, intuisi, akal sehat, data dan informasi adalah modal penting untuk mengambil keputusan. Contoh sederhananya misalnya, tidak mentransfer uang Anda saat mendapat hadiah dari pihak yang tidak jelas, tidak menerima lamaran nikah dari orang yang seminggu kita kenal, tidak menerima deal bisnis yang menggiurkan bunganya jauh di atas bunga bank normal, tidak menerima kerjasama bisnis dari mitra yang model dan sistem bisnisnya kita tidak punya data sebelumnya. Tidak resign dari kantor lama Anda sebelum yakin keunggulan kompetensi kita di pasar, atau belum punya rencana bisnis pribadi yang akan dijalankan. Memang perlu kalkulasi yang cermat dan matang, namun ini bukanlah dimaknai sebagai penghambat untuk maju hanya sebagai langkah antisipasi saja.

Kita manusia yang dianugerahi Tuhan dengan kemampuan luar biasa untuk antisipasi, adaptif dan survival, so mengapa kita masih sering merasa ragu-ragu? Ada mekanisme luar biasa dalam diri kita, pikiran, hati, dan keyakinan pada Tuhan yang dapat kita kolaborasikan untuk menghadapi setiap masalah, hambatan dan resiko yang akan muncul. Jauh lebih banyak yang kita pelajari saat kita mulai melangkah, berjalan, maju, daripada kita sekedar diam ditempat…stagnan!

Apa enaknya bila Anda hidup bersama dan dekat dengan orang yang diliputi dengan keragu-raguan dalam hidupnya? Begitulah Anda kalau banyak ragu, menyiksa bathin dan perasaan orang-orang di sekeliling Anda. Dan lebih bahaya lagi sikap ragu-ragu ini dengan mudah akan menular bak virus bagi orang-orang terdekat Anda, berabe khan?

Bangkit, Melangkah, Berjalan dan Majulah…”Keyakinan Anda akan mengubah hidup Anda dan orang-orang terdekat Anda”

Salam Progresif!

10 pemikiran pada “Apa Gunanya Ragu-ragu?

  1. Saya pribadi sangat setuju dengan article diatas. memang kadang kala sangat sulit untuk kita keluar dari comfort zone kita, kadang kala kita sudah mulai melangkah namun begitu ada halangan sedikit, sering kali kita akan melangkah mundur lagi. Namun jika kita banyak berkumpul di lingkungan yang positif, banyak membaca buku yang positif, mendengarkan kaset, dll ini akan menjadikan kita tetap kuat dan tidak ragu-ragu untuk bangkit, melangkah, berjalan dan maju terus. Salam Sukses

  2. Setuju banget dengan artikel Anda ini.
    Perasaan ragu memang kerap menjadi belenggu bagi kita untuk bisa mendapatkan peluang baru.
    Kita takut untuk keluar dari comfort zone.
    Thank untuk artkelnya, saya jadi termotivasi untuk bisa keluar kembali dari wilayah comfort zone saya😀

  3. Menurut pendapat saya .. keraguan muncul sering kali karena tidak percaya diri. Tidak percaya diri muncul dari merasa tidak berkompeten. Merasa tidak berkompeten muncul karena akumulasi pengalaman2 masa silam.

    Oleh karena itu .. untuk menghilangkan keraguan, dimulai dari menciptakan pengalaman2 yang berkesan yang akan menimbulkan kompetensi untuk menjadi percaya diri.

    Masalahnya .. orang ragu2 untuk mencoba pengalaman baru .. sehingga seperti lingkaran setan. Terus seperti itu.

  4. keraguan muncul karena kita memang tidak tahu… kita tidak memahami… kita tidak mengerti…. itu salah satu sebabnya…

    saya salah satu penyuka keraguan. terutama soal meragukan “ideologi” ide atau pendapat orang… ragu titik awal dari keyakinan…

  5. Keraguan mungkin muncul alamiah tapi mungkin hanya sebatas pertimbangan,makanya ada orang bilang pikir masak-masak sebelum bertindak, dan karena mikirnya terlalu masak jadi bubur dech😀

  6. Mnurut saya setiap ada tambahan informasi baru yang berbeda dengan pemahaman kita yg sebelumnya yang muatan kualitasnya cukup kuat, maka pada saat itulah muncul sikap ragu pada kita.
    Dari segi ilmiah, sikap ragu sih menurut saya OK2 saja. Kita kan beralih dari satu keraguan ke keraguan yg berikutnya.
    Keraguan menjadi masalah jika dia muncul di ranah keyakinan/ideologi kita. Di sinilah muncul guncangan terhadap pribadi kita yg dapat membuat kita ttahan utk melakukan sesuatu dan kelihatan linglung.
    Para filosof kan banyak yg tampilannya kayak linglung gitu.🙂.

    Salam kenal nih pak…😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s