1 orang bisa jadi lebih berarti daripada 99 orang


Dear Progresifoner’s

Dalam dunia yang serba materialistis dewasa ini, ukuran keberhasilan dan kesuksesan cenderung berpihak pada kuantitas. Orang yang sukses artinya duitnya banyak. Orang yang berhasil bila pernah menempati banyak jabatan. Orang ditakuti karena banyak kewenangan. Pemimpin yang disegani karena banyak anggotanya. Semua yang serba banyak, ditafsirkan sebagai kesuksesan.

Seorang trainer yang sukses, pembicara publik yang handal, Da’i atau Pendeta yang kondang, adalah mereka yang tiap eventnya dihadiri oleh ratusan orang. Nyaris tidak ada tempat duduk yang kosong, semua bangku terisi penuh. Inikah ukuran sukses yang sebenarnya?

Mari kita lihat hakekat dari sebuah belajar-mengajar. Tanpa adanya PERUBAHAN pada anak didik, maka pembelajaran yang telah diikuti tersebut, BELUM dapat dikatakan SUKSES mencapai tujuannya. Dari 100 orang yang hadir, bila hanya ada 1 orang yang berubah knowledge, skill, atau attitude setelah ikut training, maka Trainer atau pembicara publik tersebut telah gagal melatih 99 orang lainnya, sekalipun selama mengikuti training ke 99 orang trainee (peserta training) tersebut merasa puas.

So, jangan pernah berkecil hati kawan. Saat kelas Anda, anggota tim Anda, sahabat Anda, umat Anda, warga Anda yang butuh Anda HANYA 1 orang saja, bisa jadi 1 orang tersebut justru yang akan berubah, berkembang, maju dalam hidup dan kehidupannya.

Luar biasa peran dan kontribusi Anda bila kelak SATU ORANG tersebut, JUSTRU yang akan menjadi PEMIMPIN BANGSA, CEO PERUSAHAAN, PEMIMPIN UMAT. Karena dibelakang sang pemimpin ini nanti, ribuan bahkan jutaan manusia akan digerakkan, dibimbing, dan diarahkan menuju ke jalan yang benar dan membangun.

Bukankah satu orang menjadi pribadi sangat berarti, sekarang…?

2 pemikiran pada “1 orang bisa jadi lebih berarti daripada 99 orang

  1. Dear Pak Krisna, saya sangat setuju dengan artikel tersebut dan memang Bapak adalah Gembala yang baik, saya percaya artikel ini akan lebih menggugah gembala-gembala yang lain ataupun domba-domba itu sendiri.

    Salam Progresif!!!!

  2. 🙂 Mas Sanda di pulau Dewata,

    Dulu semasa kecil saya memang ‘angon wedhus’ Mas di salah satu desa kecil, Patalan, Bantul, Jogja. Tapi sekarang saya bukan gembala Mas, tapi motivator atau trainer lho, he he he🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s