Siapa yang Mengajari Kita harus Sukses Kaya Raya?


 

Siapa yang mengajari aku untuk hidup di dunia ini mesti sukses dan kaya?

Sejak kapan paham ‘kelimpahan’ ini masuk dalam diriku?

Sudah sedemikian menyesakkankah hidupku ini sehingga harus sukses dan kaya?

Apakah dengan sukses dan kaya, kebahagiaan hidup pasti terjamin?

Darimanakah aku yakin persis bahwa kesuksesan, kekayaan, kebahagiaan itu adalah tujuan hidupku lahir ke dunia?

Bukankah NILAI-NILAI KEHIDUPAN justru MENGAJARKAN:

  • Perbuatlah AMAL sebanyak mungkin selama hidup di dunia ini
  • KASIHILAH sesamamu manusia seperti dirimu sendiri
  • LESTARIKAN alam dan semua makluk ciptaan
  • Pegang prinsip KESEIMBANGAN (yin & yang)

Mari kita renungkan kembali perjalanan hidup Hamba-hamba Tuhan, junjungan dan teladan hidup kita masing-masing. Seperti apakah PANDANGAN, AJARAN dan KISAH HIDUP mereka bila dikaitkan dengan konsep KESUKSESAN, KEKAYAAN?

Jadi, apakah sukses dan kaya adalah tujuan hidup ‘sebenarnya’ saat kita hidup di dunia ini?

3 pemikiran pada “Siapa yang Mengajari Kita harus Sukses Kaya Raya?

  1. Pak Krisnawan yang baik,

    Judul artikelnya dengan isinya kok rasanya kurang sih pak?
    Pak Krisnawan belum menuliskan jawabannya, mengapa?
    Atau mungkin pak Krisnawan ingin yang baca merenungkan sendiri ya…hehehe…jadi PR yang baca…

    Kalau diminta merenungkan sendiri…ya gak pa pa deh pak. Tapi enakan kalau pak Krisnawan memberikan wawasan langsung sebagai tambahan ilmu…gitu lho pak…

    Ok, sukses selalu buat pak Krisnawan.
    Wasalam,
    Wuryanano
    http://wuryanano.com/

  2. yang mengajarkan agar kita sukses dan kaya di dunia ini adalah sekolah,masyarakat,orang tua dan teman-teman kita sediri. yang jelas dunia ini yang mengajarkan demikian,Orang yang bahagia tanpa harta karena dia sudah tidak menilai lagi dunia ini sebagai tujuannya.

  3. 🙂 Mas Wuryonano

    Dalam era postmodernisme ini, di mana kecenderungan orang sudah neg bila digurui, dinasehati, diarahkan, maka salah satu metode yang efektif untuk mendevelop orang adalah dengan menggunakan pertanyaan reflektif. Inilah salah satu tool yang dikenal dalam metode COACHING. Bidang yang selama ini saya tekuni.

    Jadi artikel ini memang sengaja saya buat semacam bentuk permenungan diri. Agar kita tidak mudah diombang-ambingkan dengan pengajaran yang membombardir ukuran kesuksesan adalah kekayaan.

    Bukankah GURU sejati itu letaknya ada di dalam diri setiap manusia?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s