Kenapa aku dipojokkan negatif terus?


Diskusi pagi ini (30/8/2007) yang saya dapat dari Mas Krisnawan melalui fasilitas chatting di Yahoo Massenger adalah saya menjadi lebih aware terharap diri sendiri dan lingkungan saya, lebih kepada bagaimana cara sehat saya untuk merespon suatu masalah untuk masa-masa mendatang.

Satu kalimat yang akan saya lansir dari Mas Krisnawan, HIDUP ITU ADALAH SUATU PILIHAN. Kalimat ini bermakna tiga bagi saya maju, mundur atau tetap ditengah-tengah. Hal semacam ini merupakan cara penghormatan terhadap diri saya sebagai manusia, dan wujud mensyukuri bahwa Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan banyak pilihan.

Sekalipun pilihan tersebut ada konsekuensinya, baik atau buruk, saya menjadi lebih bisa membuat pilihan sekarang. Karena secara iman, saya yakin ada Tuhan yang akan menguatkan dan senantiasa care kepada saya. Tuhan pun pasti menghargai semua hal, termasuk usaha sekeras baja untuk meraih sesuatu walaupun kadang masih belum berhasil, bukan berarti tidak disayang Tuhan. Dan ketidakberhasilan jerih payah ini adalah sarana belajar, yang di waktu lain pasti akan mendapatkan hasil positif (ganjaran) bahkan melebihi dari apa yang ia pikirkan.

Yang pasti DIA selalu memberikan segala hal yang terbaik untuk setiap umat manusia. Dan tergantung Anda ingin memilih jalan yang mana, pergunakanlah ilmu, akal yang baik, dan iman untuk menentukan jalan tersebut.

Terimakasih.

Gadis A, Mahasiswi, tinggal di Jakarta

 


Background Problem:

Gadis A orangnya optimis, punya cita-cita kuat untuk maju, mengubah dan memperbaiki masa depannya untuk mewujudkan harapan almarhum kedua orang tuanya. Setahun lalu ditinggal ibunda tercinta dan sekarang yatim piatu. Ia sekarang tinggal bersama keluarga kakaknya. Dulu keluarga ini adalah orang sukses, terpandang, baik dari materi maupun status sosial. Karena situasi kantor dan kondisi kesehatan, keluarga kakaknya ini sekarang berada di titik balik bawah.

Situasi ini menyebabkan hubungan dan lingkungan yang kurang kondusif di dalam rumah, khususnya terhadap gadis A. Sering ia menerima perlakuan dan pandangan yang negatif yang diarahkan kepadanya tanpa reasoning yang pas dan jelas. Situasi ini dirasa tidak adil dan amat mengganggu dia.

Bingung antara rasa kasihan dan ingin menolong kondisi kakaknya, namun di sisi lain selalu merasa dipojokkan oleh komentar dan pendapat yang negatif. Ia ingin mendapat solusi dari masalah ini, pagi ini ia buzz kontak my yahoo messenger.

Silahkan berikan comment dan saran Anda untuk membantu memberi solusi kepada gadis A. Dia adalah pembaca setia blog saya ini, sehingga setiap masukan dan saran Anda pasti akan ia baca, pelajari dan akan sangat berarti baginya.

Catt: Kisah ini saya publish atas seijin gadis A (nama di rahasiakan)

Terima kasih,

Krisnawan

2 pemikiran pada “Kenapa aku dipojokkan negatif terus?

  1. Gadis A orangnya optimis, punya cita-cita kuat untuk maju, mengubah dan memperbaiki masa depannya

    A sebenarnya sudah punya modal untuk menghadapi masalah yang ada. Bukankah A adalah seorang yang optimis dan punya cita2 yang kuat. So, itu akan memudahkan A untuk mengatasi masalahnya. Hanya saja .. se-optimis2-nya seseorang tetap saja memerlukan dukungan.

    Bisa dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan .. jika lingkungannya tidak mendukung maka A harus berusaha kuat untuk meyakinkan lingkungannya. Jika tetap tidak bisa .. satu2nya jalan adalah hijrah dan mencari lingkungan yang kondusif.

    Jangan terlalu terlena dengan kampung halaman yang – seharusnya – membuat kita merasa nyaman. Fakta nya kita tidak mendapat dukungan dari lingkungan. Oleh karena itu, cari tempat lain untuk mendukung cita2 A. Banyak contoh orang2 sukses setelah hijrah.

  2. Memang bisa dirasakan bagaimana ketika A hidup di keluarga terhormat dan kaya, tiba-tiba orang yang selama ini melindungi dan memberi segala kemudahan meninggalkannya, lalu saudaranya yang bisa menjadi tumpuan ternyata juga mengalami kondisi terpuruk. Ini adalah satu titik awal hidup baru bagi A, jika ia bisa bangkit lagi maka A akan menemukan sebuah “hidup” baru, tetapi ketika ia salah langkah maka A akan jatuh terjerumus dalam “hidup” yang lebih menyeramkan.

    Hidup dan kematian adalah kepastian,kita gak bisa ngelak lagi untuk menyesal telah hidup. Menjalani hidup seperti apa, adalah suatu pilihan. Jika kita beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka setiap perjalanan hidup kita adalah suatu ujian. Bukankah kita terlahir hanya bertelanjang, tidak membawa apa-apa, dan kembali juga hanya akan dengan selembar kain kaffan.
    Oleh karena itu, optimis lah wahai A, karena hidup ini begitu indah untuk kita, dengan terus berjuang meraih kehidupan sesuai yang kita dambakan. Toh, burung terbang pagi, pulang dengan keadaan kenyang. Kenapa kita manusia harus pesimis menghadapi kehidupan.

    Berbuatlah sekarang juga demi masa depan yang lebih baik, hadapi semua ini sebagai ujian Allah bagi hambanya.

    Selamat berjuang!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s