Ketagihan itu Bernama Menulis


Dear Progresifoner’s

Entah mengapa bila sehari tidak menulis, rasanya kok ada yang kurang dalam hidup saya. Hal ini saya rasakan sejak saya punya blog https://krisnawan.wordpress.com sedari April 2007 lalu.

Rugi kalau saya tidak menulis. Padahal tak ada yang nyuruh, tak ada yang ngorder, tak ada yang mbayar, he he he.

Paling tidak ada beberapa alasan yang mendorong saya untuk menulis:

  1. Kalau saya mati, tulisan-tulisan inilah yang saya wariskan. Bukankah tulisan adalah buah pikir dan kreatifitas anak manusia yang di dalamnya ada ilmu, pengetahuan dan pengalaman?

  2. Saya mengenal Chairil Anwar Alm dari tulisannya, saya mengenal HB Yassin Alm dari tulisannya, saya mengenal Machiavelli Alm dari bukunya ”The Prince”, bahkan saya mengenal ajaran Tuhan dari tulisan-tulisan di Kitab Suci. Daripada mati meninggalkan masalah, bahkan hutang, bukankah lebih baik mati meninggalkan tulisan?

  3. Dengan menulis saya percaya ada orang lain yang akan mengambil manfaat. Beramal, niatan baik untuk berbagi, bukankah nilai-nilai ini yang semestinya kita lakukan?

  4. Melatih terus daya kreatifitas pikiran. Mau ngambil angle penulisan yang mana ya? Mau cari sumber referensi dari mana ya? Kira-kira apa kesan yang ditangkap pembaca ya? Menarik nggak ya topik tulisan ini? Mudah dimengerti nggak ya tulisan saya kali ini?

  5. Menulis adalah salah satu sarana untuk mengaktifkan terus kemampuan otak kanan. Tanpa melatih kemampuan otak kanan, hidup tak lengkap, kering, lurus, sistematis, teratur, terkotak. Cape deh, he he he

  6. Setiap orang punya hak menulis termasuk saya. Hak menulis bukan dimiliki eksklusif oleh wartawan, editor, bahkan penulis buku profesional

  7. Kerjasama bisnis yang saya alami, sering muncul dan lahir dari tulisan, informasi, dan sharing knowledge tulisan-tulisan di blog saya ini. Sekedar wacana pembanding saja, koran, majalah, tabloid bisnisnya berbasis dari sharing informasi yang ditulis. Penulis buku best seller sering diundang sebagai pembicara, juga karena tulisan-tulisan di bukunya. Jadi bukankah menulis itu tambang peluang luar biasa?

  8. Dengan menulis, saya tahu respon, cara berpikir orang lain yang merespon tulisan saya. Saya banyak belajar dari masukan, tanggapan dan respon pembaca. Saling belajar tepatnya. Siapa memberi, ia akan menerima.

  9. Terakhir, dengan menulis saya akan membaca. Pisau menajamkan pisau.

Saya yakin apa yang saya tulis selama ini di blog, suatu saat akan menjadi buku yang sangat bernilai, sangat laik jual. Sebuah peluang bukan?

Mengakhiri tulisan ini, ijinkan saya mengajukan dua pertanyaan kepada Anda (pertanyaan ini khusus saya ajukan bagi Anda yang sehari-hari berprofesi BUKAN sebagai penulis profesional):

  1. Berapa tahun Anda sudah BEKERJA?
  2. Berapa banyak ARTIKEL TULISAN yang sudah Anda hasilkan?

 

 

4 pemikiran pada “Ketagihan itu Bernama Menulis

  1. Sama Pak. Saya pun demikian. Sejak jadi kecanduan menulis sejak punya blog. Awalnya cuma sekali seminggu. Sekarang bahkan hampir tiap hari. BTW, blog anda menarik sekali. Saya adalah kawannya Pak Wuryanano. Salam kenal.

  2. Sekarang menulis sudah termasuk zat aditif ya…🙂

    jawab 2 pertanyaan terakhir :

    Kalau bekerja sudah 10 tahun, tulisan sudah sangat banyak, mungkin ribuan. Tidak ada yang berbentuk buku, kebanyakan jurnal-jurnal psikologi, tulisan buat seminar, tulisan di surat kabar, dan juga di blog. beberapa kali pakai nama samaran.🙂

  3. # Pak Roniyuzirman,

    Salam kenal dan tks udah berkunjung ke blog saya. Oh iya, saya juga kawannya Mas Nano di dunia maya, soalnya belum pernah ketemu di darat. Next mungkin kita bertiga bisa saling ketemu, siapa tahu khan Pak?

    # Fertob,

    Bukan main jumlah tulisannya Bro…luar biasa. Kapan menerbitkan buku, apalagi yang ada kandungan ilmu psikologi, pasti menarik Bro.

  4. Setuju…awalnya menulis hanya untuk mengisi waktu luang…ternyata banyak dorongan dari pembaca (anak2ku, teman anakku, teman2ku, mantan bosku)….yang membuat saya berpikir, banyak sharing pengalaman yang bisa diperoleh dengan menulis.

    Jadi, kalau lagi sibuk, saya menuangkan tulisan dlm buku agenda, yang nantinya akan dituangkan dalam blog jika sempat….makanya kata anakku, produktivitas ibu= menganggur…kalau lagi off tulisan jadi banyak…hehehe
    Salam kenal…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s