Manisnya Buah-buah Sinergi


Bagi orang yang awal membuka bisnis sendiri dan masih berpikiran jangka pendek, semua aspek bisnis sedapat mungkin dikerjakan sendiri, dapat order sendiri, jualan sendiri. Secara matematis dengan pola seperti ini pasti akan mendapat uang jauh lebih banyak, lebih besar, dibanding harus bersinergi dengan orang lain. Betulkah?

Pengalaman saya, TIDAK!

Bagi saya, bisnis ≠ uang, loh kok bisa Mas Kris? Ya inilah pengalaman berharga yang saya dapat 10 bulan ini (Januari-Oktober 2007) saat mulai merintis bisnis sendiri. Sejak saya resign dari perusahaan milik orang lain, memang kehidupan sendiri menjadi guru saya, masalahlah yang mendewasakan, kompetisi sehatlah yang mendrive. Masih langka di negeri ini, orang yang kita pandang senior dan pakar, mau membagi konten, apalagi strategi bisnis di market. Hmmmm, maaf kalau pengamatan dan pengalaman ini salah.

Mungkin mind set maupun culture kita masih kuat tumbuh rasa curiga, ”ahkkk, jangan-jangan kalau udah gue pinterin, ntar makan gue sendiri” he he he.

Kembali ke laptop…Bisnis ≠ Uang. Apa artinya? Dalam bisnis uang memang salah satu tujuan yang mesti diperoleh. Tak ada untung = tak ada bisnis. Betul dalam konteks ini. But, bagaimana strategi orang untuk mendapatkan uang inilah, yang justru lebih menarik bagi saya. Nah disinilah bisnis menjadi ruang yang indah untuk saling berproses, berinteraksi, berhubungan antar satu orang dengan orang lain. Tak jarang kita jadi tahu persis perangai asli seseorang manakala ada magnet uang dibaliknya.

Saat saya mencoba bergerak sendiri, saya tidak mendapat banyak manfaat meski uang yang didapatkan lebih banyak (untuk sementara). Ketika saya bersinergi, terasa sekali kuatnya energi dan motivasi partner dan saya sendiri untuk mewujudkan sebuah kolaborasi. Sebuah kolaborasi mensinergikan kelebihan resource masing-masing. Ada tarikan hubungan luar biasa kuat untuk saling saling memberi lebih. Apalagi saat program atau project berhasil diselesaikan dengan baik, waduhhhh, tak terkira leganya hati saat memandang partner sinergi kita wajahnya juga puas, bahagia.

Saat bersinergi, alam mengajar kita untuk belajar. Saat bersinergi, alam menunjukkan bahwa prinsip balancing bekerja, yang kuat menopang yang lemah. Ketika bersinergi, alam menempa diri untuk gampang bernegoisasi, berkompromi dan berempati dengan orang lain. Saat bersinergi, mata dunia akan melihat dan menjadi saksi, orang yang mau bersinergi memiliki kerendahan hati.

Dan inilah pengalaman riil saya, saat saya bersinergi dan berkolaborasi dengan trainer lain, kok yang terjadi justru saya memperoleh percepatan yang tak pernah saya duga sebelumnya alias makin progres. Dan yang lebih menakjubkan, sekalipun proses sinergi itu baru berujud dalam NIAT, artinya belum ada project riilnya, hal inipun tetap menghasilkan benefit tersendiri.

Berangkat dari pengalaman dan keyakinan itulah, saya membuka diri sepenuhnya untuk kita saling sinergi. Tak peduli Anda Trainer Senior, Anda Trainer Middle, bahkan Anda yang baru memiliki keiginan menjadi Trainer serta apaun profesi Anda sepanjang memang masih berkolerasi dan dapat disinergi.

Tahun 2007 masih 2 bulan lagi, masih banyak waktu untuk kita meniti dan menata diri dalam tarian dan melodi sinergis. Tahun 2008 saya memiliki resolusi diri untuk membuat sinergi kita ini makin luar biasa, dahsyat, super dan progresif!

Mari kita nikmati bersama indahnya dan lezatnya hidangan buah-buah sinergi.

—-

****Respon dari salah satu partner sinergi saya, Bpk Harry ‘Uncommon’ Purnama, Trainer Senior, tinggal di Depok City:

Dear friends of change yang mulia,

Yang mau dikatakan mas KRIS dari Tangerang ini,

barangkali ‘mengelola business is mengelola

kehidupan’. Mengelola hidup berarti mengelola

kebaikan, tidak hanya uang dan power.

Saya tidak butuh uang, jika uang membuat

saya ‘gila’ dan lupa Tuhan. Benar bisnis

tidak selalu sama dengan uang. Ia lebih

bermakna dari sekedar uang. Ia adalah relasi.

Ia adalah saling. Ia adalah manfaat.

Ia adalah orang lain, dan berarti synergi.

2 pemikiran pada “Manisnya Buah-buah Sinergi

  1. Saya punya pegangan, bukan jimat atau benda kramat, tapi sebuah kalimat , bunyinya begini :

    “Masa Depan ditulis hari ini”

    jadi tergantung anda sekalian mau menulis apa har ini. dan jadilah itu sebagai masa depanmu. salam

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s