Prediksi Fee Trainer di Market Indonesia Tahun 2008 dan Tipsnya


Pengalaman saya dulu sebagai head of training di sebuah company besar tanah air, pada akhir tahun seperti ini, saya dan tim akan sibuk membuat program dan budget training tahun depan. Meski sudah rutin dari tahun ke tahun, namun moment penyusunan program dan anggaran ini senantiasa menarik. Apalagi menyangkut budgeting yang harus dipresentasikan ke BOD. Tahap yang paling krusial adalah memprediksi fee (tarif) di market tahun depan. Karena salah memprediksi, salah kalkulasi.

Dan uniknya, di market tidak ada rujukan resmi dan standar fee, seperti layaknya harga beras, harga minyak goreng, harga bbm, he he he. Ya karena training berada dalam area bisnis jasa. Bisnis jasanya pun spesifik dan sedang tumbuh tanpa ada regulator dan pengawasnya. Sehingga acuan umum yang biasa digunakan adalah semakin jago, semakin ahli, semakin laris, semakin mampu memberikan output lebih dari investasi, maka fee trainer akan semakin mahal.

Nah, bagaimana kira-kira pergerakan fee trainer di market Indonesia tahun 2008?

Kalau pun mengalami kenaikan fee, analisa dan prediksi saya hanya sedikit di atas kenaikan inflasi. Kita asumsikan saja misalnya kenaikan akibat inflasi tahun ini adalah 7%, maka kisaran kenaikan fee trainer adalah 10-12.5%. Tak akan di atas 15%. Terkecuali untuk trainer-trainer yang pada tahun 2007 ini sedang naik daun, spektakuler dan super sibuk karena laris. Sejauh pengamatan saya, tidak banyak trainer seperti ini di tahun 2007. Tak lebih dari 10% dari total trainer yang ada dan beredar di tanah air.

Mengapa trainer akan berpikir panjang menaikkan secara drastis feenya, sekalipun ia baru pulang ngambil sertifikasi dari luar negeri? He he he, pasarlah yang berbicara. Need yang tinggi akan permintaan training dari klien, tidak secara otomatis akan berujung pada proses DEAL. Dalam praktek yang terjadi, sekalipun materi sepakat, sering faktor harga lah yang menyebabkan kesepakatan kerjasama tak terwujud. Kalaupun trainer akan memberikan benefit lain, namun harga tetap tidak bisa turun, maka tak jarang klien tetap tidak mau ngambil, dia akan cari trainer lain yang pas tercover budgetnya, meski dengan kualitas yang tidak sebagus trainer sebelumnya.

Saya sudah ratusan kali mengadakan konsultasi, negosiasi, presentasi baik untuk diri sendiri maupun untuk memarketingkan trainer lain dengan klien, inilah yang terjadi. Sekali lagi ini dalam konteks bisnis sewajarnya, bukan didasari kerjasama karena ”penawaran” ngabisin budget (maaf, tahu khan yang saya maksud?). Saat ini, karena situasi perusahaan yang terpengaruh faktor makro ekonomi nasional, selisih harga di bawah 5 juta saja sudah sangat sensitif pengaruhnya bagi klien khusus untuk fee in house training.

Di sisi lain bermunculan dan beredarnya para trainer baru juga ikut meramaikan peta fee trainer di market. Dari yang berani obral atau harga promosi one day training di bawah 10 juta, juga makin banyak tersedia. Situasi ini pada akhirnya, alias tak pelak ikut menggerogoti ”kue” para pemain besar (lembaga atau trainer senior) dengan rela dibagi bersama. Konon saya dapat informasi, sekarang banyak lembaga training mapan, besar dan sudah berdiri lama di Jakarta ini, pada situasi-situasi tertentu berani banting harga ke nilai paling minimum dari standar mereka. Pasar sudah tergerus hingga lebih dari 50% dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kalau tidak menyesuaikan diri, ya konsekuensinya makin sempit pasar yang digarap, mungkin hanya klien-klien perusahaan berkapitalisasi besar. Sebuah pilihan.

Namun, bagaimanapun juga akan tetap berlaku kok hukum pasar ”ada harga-ada rupa”. Ibarat keramik, di dunia trainingpun berlaku kok kw1, kw2, kw3, kw4 (maaf, sekedar metafora saja). Kw4 tentu lebih murah, namun tak tahan lama hasilnya, sebaliknya untuk kw1 sekalipun mahal akan jauh lebih kuat, tahan lama. Semua akhirnya terpulang pada sedalam apakah problem, need, dan expectasy klien.

Nah, peran pihak ketiga sebagai partner yang berfungsi memberikan rekomendasi, saran, dan pertimbangan secara lebih fair dan lebih objective, sangat lah penting. Karena dengan kompetensi, pengalaman, network luas dengan trainer, punya data base fee trainer di market, maka kualitas rekomendasi yang diberikannya pun teruji dan handal.

 

*** Anda ingin berkonsultasi tentang penyusunan program training dan budgeting training perusahaan Anda tahun 2008? Ingin mencari trainer yang tepat, berkualitas, sesuai dengan budget Anda? Saya siap membantu Anda memberi rekomendasi yang terbaik. Please hubungi saya di nomor-nomor kontak saya di blog ini. Terima kasih.

3 pemikiran pada “Prediksi Fee Trainer di Market Indonesia Tahun 2008 dan Tipsnya

  1. Pak Kris…
    Ternyata jadi trainer itu ada market share nya juga ya..he..he…
    oh ya pak by the way kalau saya mau ketemu dengan bapak bagaimana caranya..?dimana tempatnya dan kapan..?

    Rahmadsyah Nurdin

  2. Bro Rahmad,

    Dengan senang hati saya siap bertemu dengan Anda. Saran saya, biar suasananya relax dan ngobrolnya enjoy, saya menghidarkan pertemuan dengan suasana kantoran, kok rasanya hidup di kelilingi tembok ruang rapat ya, he he he.

    Saya biasa meeting dengan klien atau partner, ada 3 pilihan:
    *BSD (Bumi Serpong Damai)
    *MTA (Mall Taman Anggrek)
    *PLANGI (Plaza Semanggi)

    Minggu depan ya kita ketemuan Bro…(antara 29 Okt – 2 Nov), okey?

    Sekali lagi, terima kasih

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s