Menjual itu Gampang


Banyak order bisnis datang kepada saya tanpa saya punya sales person. Bahkan saya hanya sesekali mengirimkan penawaran program ke perusahaan via email atau ke milis, apalagi untuk beriklan di majalah atau koran sama sekali belum pernah. Dan anehnya tak pernah terjadi dalam satu bulan, tanpa deal kerjasama training selama 11 bulan ini sejak saya mulai membangun usaha sendiri per 1 Januari 2007 yang lalu.

Sebagai contoh dalam satu minggu terakhir ini. Ada teman yang mengajak saya untuk menjadi fasilitator traning selama kurang lebih 2 minggu terus-menerus dari tanggal 14 sd 26 November 2007. Kami berkenalan lebih kurang 2 tahun lalu di satu event dimana kami sama-sama sebagai pengisi training.

Tetangga saya satu komplek, satu RT, beberapa hari yang lalu mengajak saya untuk ikut menangani satu project di daerah Papua, direncanakan saya akan berangkat ke Papua mulai tanggal 3 sd 10 Desember. Wah kebayang indahnya bumi Papua. Selain ke Jayapura, saya dan tim akan mengunjungi Manokwari, Sorong, Timika, Biak dan Merauke. Mengingat ini perjalan pertama saya ke Papua, saya langsung set dalam pikiran saya, untuk mengabadikan moment ini khususnya di Merauke. Di sanalah, daerah paling ujung timur Indonesia, akhirnya kaki ini akan menginjak. Weeeeh luarbiasa, untuk membayangkanpun tak pernah sebelumnya.

Beberapa hari yang lalu pula, ada klien yang menghubungi saya menawarkan kerjasama training untuk waktu 3 bulan lamanya (November 2007-Januari 2008), yang pelaksanaanya tiap hari Sabtu/Minggu di salah satu kota di Jawa Barat. Informasi kerjasama ini bersumber dari blog ini. Luar biasa Power of Blog!

Ya, begitulah realitanya. Sebagian besar deal kerjasama yang saya mulai hampir dipastikan karena ada orang lain yang terlebih dahulu menghubungi saya. Bukan sebaliknya saya mengirimkan proposal tahunan, brosur bulanan atau surat mingguan. Ada apa gerangan dibalik ini? Miliki modalnya, ketahui kunci rahasianya. Begini ceritanya, semoga berguna:

  1. Kekuatan jaringan. Kenal tidak sekadar kenal. Kenal yang mampu menciptakan saling ketergantungan, saling membutuhkan, saling melengkapi kompetensi, dan yang akhirnya menumbuhkan saling percaya (trust) dan saling menguntungkan.

  2. Miliki added value. Apa nilai lebihnya kita dibanding orang lain yang seprofesi dengan kita, sehingga kita layak menjadi partner dia?

  3. Jadilah sumber rujukan di bidang Anda. Miliki peran seperti media. Jadi sumber informasi dan referensi. Dalam dunia yang serba komplek semacam ini, informasi memegang kunci. Siapa yang memiliki informasi lebih, dialah yang menguasai dunia (terserah dunia apa, tapi bukan dunia dalam berita lho, he he he).

  4. Miliki sifat mau dan bersedia menolong saat dibutuhkan. Jaman sekarang sering orang hitung-hitungan secara mendetail dalam bisnis atau uang. Itu oke saja, namun partner kita dengan mudah juga akan mampu membedakan kemungkinan untungnya akan lebih besar atau justru akan mengecil bila kerjasama dengan kita. Sifat paling mendasar orang adalah senang bekerjasama dengan partner yang mampu mendatangkan keuntungan lebih baginya. Untuk disenangi orang dan diajak kerjasama, berikan keuntungan lebih kepadanya. Pasti next, Anda akan dikontak kembali olehnya bila ada project yang lain. Coba itu lakukan ke 10 orang saja, maka kemungkinan akan datang kembali lebih dari 10 kerjasama kepada Anda. Tetapi tetap ingat dalam konteks ini adalah proses kerjasama yang legal dan beretika. Bukan korupsi, suap menyuap, atau uang pelicin.

Selamat mencoba. Doa saya semoga Anda juga akan makin laku, tanpa perlu harus banyak menjual. Lebih efektif dan efisien bukan?

2 pemikiran pada “Menjual itu Gampang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s