Kerja Pas Bandrol


Bandrol secara sederhana berarti harga produk yang tercantum dalam kemasan untuk melambangkan nilai/value yang terkandung di dalamnya. Kerja pas badrol boleh jadi berarti kerja hanya sesuai dengan job desc nya saja, sesuai dengan gaji yang diterima. Tak mau kerja lebih dari yang dibandrolkan.

Banyak penyebab kenapa orang hanya mau kerja pas bandrol. “Emang kalau gue kerja lebih dapat apa? akh percuma kerja esktra kalau ternyata yang lain tidak melakukan hal yang sama!, ngapain susah-susah kerja lebih, lha wong kerja pas bandrol saja gak ditegur atasan, kenapa musti repot-repot?” begitulah sebagian alasan mengapa orang enggan kerja lebih dari bandrolnya.

Coba sebaliknya mari kita tanya kepada para leader/manager tentang anggota timnya yang kerja pas bandrol. Saya percaya, hampir 100% akan menyatakan PALING TIDAK SUKA kalau tim membernya HANYA kerja pas bandrol. Kalau diminta memilih kader, pasti pilihan akan dijatuhkan pada orang yang mau kerja lebih, anak buah yang ringan tangan, tak pernah membantah dan berargumen apabila diberi tugas atau peran lebih.

Inilah realita dua kutub yang sering kita temukan di kantor. Dan yang amat merepotkan, bila virus kerja pas bandrol ini sudah menjangkiti sebagian besar anggota tim kita. Akibatnya, akan sangat susah management perusahaan melakukan move atau mempercepat perubahan, karena bagi karyawan yang sudah terbiasa kerja pas bandrol, setiap ajakan perubahan akan selalu diintepretasikan menambah beban kerja lebih dari bandrolnya.

Namun banyak juga lho orang yang justru enjoy bila ditambah dan diperluas tugas melebihi bandrol seharusnya. Ada yang beranggapan bahwa ini semacam bentuk kepercayaan dari manajemen. Mendapat kepercayaan dari pimpinan tentu tidaklah mudah, jadi ini semacam kebanggaan. Dengan diberi tugas lebih berarti ada tambahan pengalaman dan pengetahuan, sehingga selalu dapat belajar hal-hal baru. Kerja lebih diartikan juga sebagai peluang dan kesempatan untuk maju dan berkembang di masa depan.

Satu stimulus, dua respon yang beda. Dan saya tetap percaya, bagi mereka yang senang, mau dan mampu bekerja melebihi dari bandrolnya (baik karena tuntutan eksternal maupun karena dorongan internal diri), mereka lah orang-orang yang sesungguhnya membukakan ‘pintu nasib baik’ akan mewujud di masa depan.

Hati-hati dengan kebiasaan kerja pas bandrol Anda, pelan dan pasti masa depan Anda juga akan di pas hanya sebatas bandrol yang kita buat sendiri.

Jadi kalau bisa kerja melebihi bandrol, mengapa musthi pas bandrol?

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s