Delon pun Berkarya Hingga Merauke, Masihkah Anda Takut Keluar dari Comfort Zone?


 

delon-dan-wina.jpgSaat perjalanan pulang via Merpati Airlaines dari Merauke menuju Timika, saya duduk sebangku dengan gadis Papua asli Merauke, berasal dari suku Muyu, Wina namanya. Wina adalah sarjana lulusan Universitas Cenderawasih (UnCen) Jayapura, yang sekarang bekerja di sebuah LSM Merauke.

Wanita ini sangat komunikatif, enak diajak diskusi, open mind pemikirannya. Namun, seperti kebanyakan sarjana asli Papua, begitu mereka lulus dari universitas luar negeri, dalam negeri di Jawa, Sulawesi, Bali, biasanya mereka langsung kembali ke tanah kelahirannya. Dan konon, maaf berdasar informasi yang saya dapat, ada kecenderungan ketika para sarjana seperti Wina ini, kembali ke lingkungan keluarga dan adatnya, mereka lambat laun kembali menjadi pribadi yang ”dipengaruhi” oleh lingkungannya.

Yang terjadi, proses peleburan dengan niat awal untuk membangun tanah kelahirannya, malah kadang berbalik menjadi aktifitas yang biasa-biasa saja yang menunjukkan kurangnya eksistensi dan kompetensi sebagai sarjana. Pengaruh lingkungan dan peran sosial masih sangat kuat. Akhirnya, niat semula untuk membawa pengaruh positif membangun masyarakatnya menjadi kurang teraktualisasi secara jelas.

Ya, mungkin kalau mereka saat lulus sempat meluangkan waktu dan niat 3-5 tahun kerja di luar Papua sambil mempelajari praktik dan pengelolaan bisnis atau kerja profesional, baru kemudian kembali ke Papua membangun dan memberdayakan masyarakatnya, kompetensi, sikap dan attitude para sarjana baru Papua ini menjadi lebih tuff, lebih terbentuk, lebih matang. Sehingga dengan bekal keterampilan dan pengalaman baru tersebut, mereka memiliki arah, goal dan tools lebih jelas dalam membangun bumi Papua. Inilah yang coba saya sharingkan kepada Wina dalam diskusi pagi itu sembari menunggu pesawat take off.

Menjelang pesawat take off, ada serombongan muda-mudi berjalan dari arah kabin ke bagian belakang. Saya dari jauh dapat menangkap wajah yang sangat familiar menghiasi layar kaca televisi kita. Ya dialah Delon. Penyanyi muda jebolan Indonesia Idol 1 ini rupanya satu pesawat dengan saya dan Wina. Dan duduknya pun persis di belakang kami. Malam sebelumnya, Delon mengisi panggung hiburan di pusat kota Merauke.

Alhasil, moment yang jarang ini, saya menfaatkan untuk memberi kenangan indah bagi Wina, sahabat baru saya dari tanah Papua. Meski pada awalnya Wina ragu dan malu barangkali, dengan wajah berbinar menandakan semangat luarbiasanya, Wina akhirnya mau untuk saya ajak berfoto di samping Delon. Delon dengan sangat simpatik pun mengiyakan permintaan saya untuk berfoto berdua dengan Wina. Terima kasih Delon, makin bersemangat ya Wina, gadis muda harapan Papua.

Kalau Delon saja sudah berkarya hingga ke Merauke, ujung paling timur wilayah Indonesia, apapun profesi Anda, masihkah Anda takut keluar dari comfort zone Anda?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s