Outbound di Alam Papua, The Real Deep Experiences


Perjalanan saya ke Papua benar-benar membuat New Born bagi saya. Tak perlu kebanyakan jajal High Rope, tak perlu latihan Trust Fall, tak perlu Fire Walk segala. Datang dan susuri pedalaman Papua. Alam Papua akan banyak mengajarkan Experential Learning di sana.

Itulah yang saya alami dalam salah satu journey saya dari kota Merauke menuju daerah Trans Jagebob. Jarak sekitar 50 km mesti ditempuh dalam waktu 3 jam perjalan untuk perginya saja. Jangan dikira jalanan mulus beraspal bak di Jawa. Jangan bayangkan banyak penduduk di sana-sini.

trans-merauke.jpg angkasa-papua1.jpg

Yang ada hanyalah hamparan ladang, hutan, dan sungai yang berada di samping kiri dan kanan jalan.

Apalagi perjalanan ini hanya dengan mobil Kijang kapsul alias tidak double gardan. Wuuighh, saat jalanan lumpur tersiram hujan, yang terjadi adalah saya bersama rombongan bak menaiki papan ski, licin tak terkira. Ibarat tarian, kami melakukan salah satu gerakan Break Dance, meliak-liuk kesana kemari tanpa bisa dikendalikan kemudi. Roda mobil berjalan sesuka hatinya. Dari moncong mobil menghadap ke barat bisa dengan mudah berbalik menghadap ke timur. Coba dapat Anda bayangkan, saat roda bergerak ke tepi jalan, tanpa bisa di rem. Jurang menganga terbuka lebar. Uigggh.

Dalam perjalanan berangkat kami menuju lokasi, baru setengah perjalanan perginya saja, ujian pertama datang kepada kami. Salah satu ban mobil kami bocor karena menantang kerasnya batuan alam jalanan. Jangan dibayangkan akan ada tukang tambal ban. Tak ada sama sekali. Kami pun berdag-dig-dug ria, seandainya pas pulangnya nanti juga ada ban bocor satu lagi. Alamat kami akan menginap di jalan sepanjang malam!

trans-merauke2.jpg

Akhirnya rombongan dapat meneruskan perjalanan untuk suatu tugas di daerah Jagebob. Sepulang dari sana, mendung hitam menggelayut di atas mobil kami. Ini tandanya, kami harus memacu kendaraan secepat mungkin daripada kamalaman di jalan. Jam menunjukkan sudah pukul 16.30, saat kami baru setengah perjalanan. Untungnya, hanya gerimis saja yang membasahi kami, sehingga jalanan belum berubah menjadi kubangan lumpur.

senja-di-papua.jpg

Senja hari itu akhirnya ikut mengantar kami memasuki kota Merauke. Meski tak ada lampu, jarang kendaraan dan penduduk yang melintas. Akhirnya kami berhasil sampai kota Merauke kembali dengan selamat, meski tanpa ban cadangan. Saya bersyukur kepada Tuhan atas pengalaman luar biasa ini.

Learning pointnya (seperti dalam debrief Outbound Training) Tak ada lagi yang perlu ditakutkan dalam menghadapi tantangan tugas dan pekerjaan. Alam pedalaman Papua telah banyak mengajar saya. Saya sangat salut dengan dedikasi dan perjuangan para karyawan yang berani melaksanakan tugas menyusur ladang dan hutan Papua demi perusahaan, hidup dirinya sendiri maupun keluarganya.

Semangat dan daya juang mereka beradaptasi dengan kerasnya alam itulah, mutiara sangat berharga untuk menjadi bekal hidup saya di masa depan.

Hidup Experential Learning!

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s