Uang dan Mental, Mana Lebih Penting?


iwan-erstyawan.jpgSekelompok murid bersekongkol untuk mencuri ilmu dari gurunya. Tengah malam yang sudah ditentukan, mereka berkumpul untuk mencuri sebuah kitab yang konon berisi ilmu yang luar biasa dahsyat.

Malangnya, sang guru terbangun dan berusaha mencegah. Demi menyelamatkankan diri dari malu diantara murid-murid yang lain, mereka memutuskan untuk melawan sang guru dan akhirnya berhasil menang.

Menjelang ajal gurunya berpesan, “apapun yang tertulis di kitab itu, jangan kalian pelajari!” Mereka membalasnya dengan tawa sembari bersama-sama mengeluarkan jurus pamungkas untuk mengakhiri hidup gurunya.

Merasa memegang kunci atas sebuah ilmu yang sangat kuat, mereka sepakat untuk meninggalkan perguruan saat itu juga. Ditengah padang pasir yang luas, murid-murid ini sepakat untuk melafalkan matra yang ada dalam kitab.

Luar biasa! sebuah kilatan besar muncul, langit menjadi gelap, sepanjang padang pasir menjadi temaram, dan persis di atas mereka awan terkoyak. Sebuah cahaya sangat terang turun atas mereka. Begitu terangnya hingga seakan dapat membutakan mata mereka. ”Apa yang engkau perintahkan untuk hidup, akan hidup kembali !” demikian sebuah suara menggema dari langit. Setelah itu, awan gelap menjadi sirna dan padang pasir kembali menjadi tidak bersahabat dengan matahari bersinar sangat terik.

Sejenak mereka saling berpandangan dan begitu bahagia karena sudah memiliki sebuah ilmu yang luar biasa hebat.

”Mari kita coba ilmu ini’’

“Mari !” sahut yang lain

“Ah… lihat disana ada tulang unta! ayo kita hidupkan, supaya kita makin cepat keluar dari padang pasir ini.”

“Hai tulang belulang, hiduplah !” Seketika itu juga jaringan-jaringan otot mulai terbentuk, sel-sel mulai menyatu menjadi daging yang membungkus tulang. Mereka terperangah tidak percaya dengan apa yang dilihat, ”Hebat! Hebat! Hebat” mereka berseru kegirangan.

”Hai ! lihat disana ada tulang belulang lagi, kita pasti lebih nyaman kalau ada dua unta”

”Boleh-boleh”seru yang lain

Kembali mereka menghidupkan tulang-belulang tersebut.

Ketika mereka masih terperangah dengan proses bangkitnya tulang-tulang tersebut menjadi mahluk hidup lagi, mereka tidak sadar bahwa tulang belulang yang pertama telah berubah menjadi sekumpulan serigala besar yang sangat lapar dan dengan segera mengoyak tubuh murid-murid tersebut tidak bersisa.

——-

Ilmu yang mereka miliki sama halnya dengan uang di tangan kita.

Persiapkan wadah yang baik untuk uangmu, uang ditangan orang yang bermental miskin akan sama dengan senjata api ditangan preman, uang yang ditangan orang bermental kaya akan menjelma menjadi kekuatan luar biasa untuk membantu sesama.

Saya ingat kata-kata seorang guru saya mengenai rejeki dan uang, ”Persiapkan diri dan mentalmu menjadi orang yang sungguh-sungguh kaya, karena Tuhan membutuhkannya untuk menjadi saluran yang baik atas segala kelimpahannya. Selang yang buntu tidak akan pernah digunakan untuk mengalirkan air”

Salam,

Iwan Erstyawan – Financial Consultant

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s