Membeli Waktu


iwan-erstyawan.jpg

Kapan saatnya kita berganti karir, pekerjaan, atau memulai usaha? Jika pertanyaan ini diajukan di kelas training tanggapannya bisa berbagai macam, mulai dari hanya bergumam sampai mempermasalahkan mengapa harus menjawab. Namun sebenarnya jawabannya adalah ketika kita sudah merasa perlu untuk membeli waktu.

Dari siklus hidup manusia, jelas kita saat ini ada diusia emas, dengan energi yang sangat besar dan ambisi serta cita-cita yang juga sangat tinggi. Kita juga pasti sudah menetapkan target-target tertentu dalam hidup kita. Entah punya mobil, entah punya rumah type 21 (tanahnya 2 hektar rumahnya 1), entah memberikan pendidikan anak ke luar negeri atau bahkan yang sedang ngetren, pensiun muda kaya raya gemah ripah loh jinawi bisa jalan-jalan terus keluar negeri tapi tidak khawatir makan sehari-hari.

Apapun yang saat ini kita lakukan, putuskan dan usahakan pasti bermuara pada pencapaian target itu.

Masalahnya usia emas ini tidak berlangsung lama, paling-paling hanya berlangsung 20-an tahun atau bahkan lebih singkat. Seiring dengan makin tingginya usia kita, pasti kesehatan, vitalitas dan energi akan semakin berkurang. Biaya-biaya check in (di RS) juga makin tinggi. Semangat juga sudah mulai berkurang, apalagi ambisi untuk meraih sesuatu.

Pertanyaannya, apakah dengan pekerjaan sekarang atau usaha yang sedang teman-teman jalani saat ini target-target kehidupan itu bisa tercapai? Apakah ketika itu tercapai kita masih dapat menikmatinya ? Kalau jawabannya ”Ya” pastikan teman-teman mantap menjalaninya. Jika ”Tidak” berarti saatnya mulai berpikir untuk membeli waktu. Bukan untuk memperpanjang usia keemasan, namun dengan mempersingkat waktu pencapaian.

Contohnya :

Kita punya rencana untuk memiliki cadangan dana sebesar 1 Milyar dalam waktu 15 tahun ke depan. Dengan gaji yang sekarang, dimana perbulan hanya bisa menabung sebesar 1 juta, maka akan diperlukan 1000 bulan atau 84 tahun untuk mencapainya. Jelaslah hal itu tidak mungkin, selain terlalu lama, rasanya kalaupun kita masih hidup pada usia tersebut, tidak lagi bisa menikmatinya.

Jadi belilah waktu anda untuk mencapai target itu, dengan cara apapun yang halal. Boleh dengan mencari penghasilan lain, dengan pindah perusahaan, atau dengan berusaha untuk secepatnya promosi, dll.

Seandainya saya pindah perusahaan, gaji saya naik sehingga membuat saya bisa menabung setidaknya 5 juta per bulan. Maka pencapaian itu hanya akan menjadi 17 tahun, masih kurang singkat ? artinya harus ada solusi lain, mis : buka bisnis, jual macam-macam, atau ngamen kemana-mana kayak aku he…he..he…

Atau kita ingin segera promosi, tentu dari sekarang sudah harus mulai rancang strategi, meningkatkan kompetensi, dekatkan diri pada Yang Kuasa dan ”yang berkuasa”, boleh juga dengan cara mempromosikan bawahan sehingga kita juga terangkat untuk promosi, etc lah…

Jadi dengan pindah perusahaan, sehingga bisa menabung 5 juta per bulan maka kita baru saja membeli waktu selama 67 tahun sehingga waktu pencapaian target kita menjadi hanya 17 tahun.

Apapun target teman-teman, pastikan kita masih bisa mencapai dan menikmatinya.

Regards,

Iwan Erstyawan

 

2 pemikiran pada “Membeli Waktu

  1. Benar sekali. Apa yang diharapkan kalau selamanya hanya menjadi pegawai dengan gaji yang ditentukan orang lain. Toh sebenarnya kita bisa menentukan sendiri berapa besar gaji yang akan kita terima perbulan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s