3 Pihak Terpenting Saat Proses Training Need Analysis


Untuk mencapai hasil training yang optimum, maka ada 3 pihak yang paling penting saat kita melakukan proses Training Need Analysis (TNA). 3 pihak tersebut bisa jadi akan memberikan data yang berbeda, namun jika kita berhasil menarik benang merah maka training kita akan menjadi sangat efektif. Masing-masing pihak tersebut adalah:

  1. HRD/Training Department
  2. Atasan calon trainee
  3. Calon trainee

HRD/training department adalah pihak yang karena peran dan tanggung jawab dalam pengembangan karyawan, memiliki teropong yang katakanlah paling luas. Ia akan berada di atas kepentingan masing-masing department calon trainee bekerja. Ia juga memiliki track record training-training sebelumnya, serta yang membuat arah kebijakan pengembangan SDM untuk menjawab tantangan organisasi perusahaan di masa depan.

Atasan calon trainee adalah pihak yang paling mengetahui keseharian tugas calon trainee. Ia memiliki sejumlah informasi yang paling akurat mengenai gap yang terjadi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari trainee. Ia juga penanggungjawab pengembangan SDM di departement yang dipimpinannya. Namun demikian, sangat mungkin terjadi apa yang disampaikan adalah hanya mewakili potret yang terjadi di departemennya saja, dan sering terjadi justru kadang berusaha memberikan informasi untuk nama baik departementnya atau bahkan nama baik leadernya semata.

Calon trainee  adalah pihak yang akan mengikuti secara langsung training itu. Sebagai pihak yang akan terlibat langsung di kelas, maka masalah, kendala, dan harapan pribadi untuk mendapat solusi dalam training selayaknya diakomodir. Hal ini dimaksudkan agar proses pembelajaran dapat berjalan efektif, menimbulkan passion untuk diikuti, dan menjawab masalah dan harapan mereka. Dengan mengakomodir kebutuhan mereka secara riil, maka dapat diharapkan training yang mereka ikuti tsb bukanlah program ‘keterpaksaan’ yang semata diberikan oleh organisasi atau leader kepadanya.

Nah, sebagai Trainer musthi jeli untuk mengklasifikasi dan menganalisis semua informasi yang di dapat dari 3 pihak tersebut. Bisa jadi informasi yang didapat saling menguatkan, namun sering terjadi juga saling bertolak belakang. Agar masing-masing pihak tidak terjebak dalam MAP mereka masing-masing, maka Trainer punya peran penting untuk meleading jalannya proses TNA sesuai sasaran training yang akan dicapai. Informasi yang sumbang, tak berhubungan dengan sasaran training, sebaiknya tidak usah dimasukkan dalam design training yang akan di buat.

Kepiawaian Trainer dalam merangkai, menghubungkan, mengklasifikasi, menguji informasi  masing-masing pihak, serta menemukan akar masalah, menjadi garansi bahwa training akan sukses mencapai sasarannya.

Bila training Anda akan menghasilkan perubahan dan memberi jawab yang konstruktif, silahkan libatkan 3 pihak tersebut dalam TNA training Anda. Selamat mencoba…

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s