Terus Berkarir atau Memilih Keluarga?


Seorang eksekutif perusahaan di daerah Sudirman Jakarta, sebut saja namanya Rina menyampaikan sharingnya sbb:   “Dalam karir saya sekarang, sungguh menyenangkan & sungguh mengesankan. Apa yang selama ini saya citakan tercapai sudah”.

Salary bagus, kerjaan menantang, team kerja memadu bukan kepalang. Ide-ide terpendam bisa tertuang di kantor yang sekarang. Sering pulang ke rumah bahkan setelah jam 11 malam. Kerja ini sungguh mengasyikkan.

Namun jiwa, hati dan pikiranku pernah remuk redam. Otak bahkan serasa pindah kedengkul sudah. Anak semata wayangku yang berusia 5 tahun saat itu sakit berat. Aku gusar bukan kepalang. Dimana eksistensi diri ku sebagai ibu? tanya Rina yang bersuamikan seorang eksekutif muda juga di daerah Kemang, Jakarta Selatan.

Waktu, kedekatan hubungan keluarga, saat untuk sembahyang, menyalurkan hobi, menjadi barang langka bagiku sekarang justru di saat karir ku menanjak.

Cintaku untuk siapa, diriku untuk siapa?

Sering kita diperhadapkan dengan persimpangan jalan. Rina sendiri yang akan melangkah di jalan selepas persimpangan ini, ia yang paling tahu jalan mana yang pas untuk dirinya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s