Feeling Management, Skill ‘Memperpanjang’ Usia Pensiunan


Saat asyik-asyiknya mengetik laporan evaluasi training di kantor, tiba-tiba terdengar dari loudspeaker ruangan, “Telah meninggal dunia dengan tenang, rekan kerja kita bapak/ibu…. Beliau adalah pensiunan karyawan perusahaan kita 1 tahun yang lalu”. Gleg!

Inilah yang menyelidik di benak saya. Mengapa begitu sering pasca pensiun tak berapa lama, karyawan meninggal. Apa semata karena faktor usia dan kesehatan?

Pertanyaannya sekali lagi, kok sebegitu dekat jarak meninggal dari masa pensiun. Bukankah saat muda justru dulu berangan-angan akan menikmati bahagia di masa pensiun, bersama keluarga tersayang?

Membedakan Pikiran vs Perasaan

Saat diri menyatu, digantungkan, menggantungkan dengan kursi, jabatan, fasilitas, puji, prestasi…di sinilah mungkin segala tanya ini terjawab.

Apakah aku adalah kursi jabatanku? Pikiran mengatakan aku bukan kursi, aku bukan jabatan

Namun, bagaimana dengan perasaan? “Aku sedih kehilangan kursi nyamanku, aku nelangsa tak lagi di puja-puji, aku sepi fasilitas lagi” Aku bukan diriku lagi.

NLP membantu karyawan-karyawan Anda saat akan memasuki masa pensiun, piawai membedakan mana pikiran, mana perasaan, mana diri sejati…

Selamat datang masa pensiunku…aku menantikanmu dengan seyuman manisku…aku ingin menyatu kini dengan keluargaku, menyatu dengan diriku, bukan menyatu dengan rasa nostalgi jabatan masa lalu…Lega.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s