Banyak yang Tahu Namanya! Tidak Tahu Rupa dan Jenisnya!


Dalam dongeng di panggung kali ini, pelakon yang perannya terdiri dari para Pawang dan Pemelihara serta Peternak. Dimana para penontonnya menyaksikan kisah para pelakon itu merasa iba dan bertanya-tanya?, waduh untung bukan yang dialami penonton.

Mengapa merasa Iba?, ya karena pelakon merasa yakin akan lakon yang dimainkannya. Padahal penonton melihat para pelakon banyak yang tidak mau mengerti akan jalan cerita yang sesungguhnya. Mengapa demikian? karena pelakon merasa bangga memamerkan perannya diatas panggung. Sehingga Pemelihara dan Peternak butuh adanya para Pawang yang berkualitas dalam mengimlakan Patwa-patwa dari para Pujangga negeri entah berantah. Yang konon Patwa – patwa itu cocok untuk di imlakan ke Pemelihara dan Peternak. Akibat dari itu semua, membuat lahirnya Pawang-pawang yang jago dan mahir meng imlakan syair-syair dari patwa-patwa para Pujangga dari Negeri entah berantah, dimana para Pawang mendapatkan pe’neng dari Pujangga sebagai tanda telah hafal akan syair-syair yang diberikannya.

Berkat ‘peneng’ yang diakui keabsahannya itulah, banyak para Pawang menjadi bangga dan mengambil keputusan untuk mencari nafkah menjadi Pelatih keterampilan mengimlakan syair-syair kehidupan dari patwa-patwa para Pujangga.

Ketika pertunjukan dimulai para Pawang beraksi dihadapan peserta latihan, dengan perlengkapan layar tancap dan proyektor pilem, sambil memegang mikropon si Pawang berbicara tentang Sumber Daya Manusia dan Potensi-potensi Manusia. Dimana menurut syair yang dia hafal bahwa Manusia harus dibangkitkan Potensinya dan diperbaiki Sumber Daya Manusianya, dengan jalan lewat yang namanya ilmu NLP (Neuro-Linguistic Programing), yang katanya Ilmu Motivasi yang efektif buat Manusia dimotivasi, agar berubah S D M nya, dan membuat Potensi Manusia bertambah kemampuannya.

Bak jamur tumbuh dimusim hujan, munculnya Pawang-pawang berpeneng memamerkan keahliannya mengimlakan ilmu syair-syair kehidupan, sehingga banyak yang demam pelatihan imla syair-syair kehidupan dengan jalan didoktrin lewat iming-iming, serta di takut-takuti agar mau maju.

Bila saja mau menengok sejenak tentang KEHIDUPAN Manusia saat ini, adalah akibat langsung dari TINDAKAN nya dari KEPUTUSAN nya, akibat dari pertimbangan PIKIRAN dan PERASAAN nya datang dari adanya KATA – KATA yang diterima lewat VAKOG nya.

Jadi menurut Ilmu Memprogram Kata-kata kedalam Diri/Jiwa, yang sudah dipunyai Manusia sejak lahir. Manusia tidak perlu lagi dimotivasi oleh orang lain, dimana Manusia membutuhkan Suporter agar terpicu oleh keinginannya sendiri, dengan melatih sendiri Potensi yang dimilikinya lewat penyadaran akan Sumber Daya nya.

Jadi apakah yang dinamakan Sumber Daya Manusia itu?, dan bagai mana melatih agar Potensi Manusia bertambah?

Banyak yang tahu akan nama SDM dan Potensi Manusia, dimana jarang sekali yang tahu akan rupa dan jenis sesungguhnya! itu seperti apa??? Ya karena mungkin tidak mau tahu atau memang belum tahu apa itu SDM dan Potensi Manusia.?

Sehingga kerap kali dalam pelatihan pengimlaan syair – syair kehidupan, kelihatan berhasil dengan Doktrinasi lewat Dimotivasinya saat pelatihan, dan hasilnya hanya sementara saja! setelah pelatihan akan kembali ke habitat aslinya lagi.

Menurut Ilmu Memprogram Kata-kata kedalam Diri/Jiwa, Manusia sudah memliki Sumber Daya sebanyak 5 macam terdiri dari 3 jenis yaitu VAK dimana OG nya sama dengan K. Jadi yang sering digunakan hanya VAK nya saja, dalam memproses Peniruan dan Pejiplakan orang-orang yang berhasil berkarya dalam kehidupannya, yang sesuai dengan Keinginan dari yang dilihatnya untuk ditiru dan dijiplak melalui VA dan K nya.

Dimana dalam Mind Manusia terdiri dari PIKIRAN (VA) dan PERASAAN (K), sehingga tidak dikenal adanya kata Negatip dan Positip, karena Manusia bukannya Robot yang dapat bergerak akibat tegangan Positip dan Negatip, atau sebuah lampu yang menyala akibat arus Listrik Positip dan Negatip disatukan lewat Tahanan (Resistan ), menimbulkan panas pada resistan berakibat menyala bila didalam tabung yang Vakum.

Sedangkan dalam Ilmu Memprogram Kata – kata kedalam Diri/Jiwa, VAK sangatlah penting dalam mengembangkan Kehidupan Manusia, melalui pengenalan SKILL dalam 4 pilar Diri yaitu mulai dari Self Skill, dimana Sense Of Self nya dilatih untuk menjadi Personal Mastery, dengan VAKnya yang sudah terlatih akan mejandi Master Power dalam kehidupannya. Maka dalam Ilmu Memprogram Kata-kata kedalam Diri/Jiwa, dibutuhkan penyadaran SDM nya dulu, baru diberi semangat agar mau melatih VAKnya masing-masing untuk mempunyai Master Power yang seutuhya.

Para Penonton melihat perilaku para Pawang amatlah menyayangkan sekali, sehingga hanya dapat mengharap dan berdoa agar para Pawang tidak lagi mendoktrin dan memotivasi Manusia. dan semoga para Pawang mau menyadari SDMnya masing-masing! Dan melatihnya sehingga menjadi Pawang yang benar-benar ahli dalam menggunakan VAKOGnya. yang mengakibatan Dirinya menjadi cermin bagi para Penonton, dimana para penonton termotivasi oleh keinginannya sendiri untuk maju, melihat perilaku para Pawang berhasil dalam mengembangkan Kehidupannya secara utuh, sehingga menjadi Suri Tauladan bagi para penontonnya.

Dimana para penonton melihat suatu contoh yang patut ditiru, dikarenakan dari para Pawang sudah tidak lagi mengimlakan syair-syair pada pelatihannya, semoga para Pawang mampu mendirikan Sekolah sesuai dengan Keahliannya masing-masing, yang mengajarkan kelebihan-kelebihan VAKOG, sehingga para penonton tidak lagi Harus dan Wajib menjadi Ki Hajar Dewantoro, karena tidak mungkin terjadi penonton jadi Ki Hajar Dewantoro. Yang diperlukan dan dibutuhkan bagaimana cara Meniru dan Menjiplak Ki Hajar Dewantoro mendirikan Sekolah Taman Siswa, menghasilkan murid-murid yang membebaskan Diri dari Pendoktrinan, membawa Rakyat dan Bangsa ini Merdeka dari Penjajahan.

Wahai!!!!!!! para penonton mari kita ber Doa semoga para Pawang mau dan butuh memberikan petunjuk dan bimbingannya, untuk memberitahu Bagaimana caranya?, membebaskan Diri dan Merdeka dari pendoktiran syair-syair kehidupan.

Sehingga kita sebagai penonton dapat dan mampu berperan dalam panggung kehidupan ini, mengejar ketinggalan dari Negara tetangga yang Merdekanya belum lama dibandingkan Negara kita. Merdeka! Merdeka! Merdeka! Sekali Merdeka tetap Merdekaaaaaaaaaa!!!!!!!

Penulis: Syaiful Bachrie, NLP Coach of Clear Heart Foundation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s