Analisis Perilaku Konsumen Market Training Indonesia 2009


Ada beberapa kejadian umum yang akan terjadi di peta market training Indonesia 2009 sebagai akibat dari  krisis financial global. Konsumen akan sangat selektif menginvestasikan program-program pengembangan SDM melalui program training.  Selektif  karena memang budget training pasti lebih terbatas dibanding tahun 2008. Selektif dapat diartikan juga konsumen akan melakukan prioritas-prioritas dalam ’membelanjakan’ kebutuhan trainingnya. Situasi demikian akan mengakibatkan perilaku konsumen (company) akan membentuk pola-pola pilihan sbb:

1. Konsumen kecenderungannya HANYA akan memilih training-training yang langsung TERKAIT dengan TUGAS dan TANGGUNG JAWAB karyawan untuk menjawab kebutuhan TERAPAN PRAKTIS dalam JANGKA WAKTU terdekat.

2. Oleh karena itu, training yang berorientasi SKILL akan menjadi PILIHAN utama. Pilihan kedua adalah yang berorientasi ATTITUDE, sementara pilihan akhir jatuh pada training yang bertujuan pada pengembangan KNOWLEDGE.

3. Konsumen akan lebih LOYAL kepada TRAINER yang mampu menjawab masalah karyawan/organisasi secara konkrit. Jika pola TRUST company terhadap kompetensi dan pengalaman Trainer sudah muncul, besar kemungkinan company akan mengikat kerjasama secara komprehensif dan dalam jangka waktu panjang dengan Trainer tsb.

4. Akan terjadi OVER SENSITIVE terhadap PRICING training. Hal ini wajar terjadi dalam kondisi pasar yang tak wajar di tahun 2009. Namun demikian, pricing yang sangat terjangkaupun kembali akan diadu dengan tingkat kualitas dan kredibilitas sang Trainer. Menjadi BUMERANG bagi Trainer yang mengobral harga murah, namun kemampuannya setengah-tengah.

5. Menjadi saat yang baik, justru di tahun 2009 adalah eranya SINERGIS dan KOLABORATIF. Trainer yang ”one man show” akan ”tampak” tertinggal dibanding dengan hasil kolaboratif 2 atau 3 trainer sekaligus yang memiliki kompetensi saling topang, saling tunjang, dengan level pricing hampir-hampir sama.

6. Di sisi lain, konsumen (company) akan lebih melakukan OPTIMALISASI Trainer-trainer internal perusahaan. Dan bahkan akan terjadi para Leader yang selama ini secara formal belum diberikan jobdesc tambahan ”MENGAJAR” akan didayagunakan untuk mengisi kelas-kelas inhouse training perusahaan.

7. Keberadaan dan eksistensi TRAINER MANAGEMENT dan TRAINING EVENT ORGANIZER yang sudah memiliki SKILL melakukan Training Need Analysis (TNA) lebih tajam, akan sangat dibutuhkan oleh konsumen guna membantu memberikan REFERENSI dan JAMINAN Trainer mana yang mampu memberikan SOLUSI yang PAS dengan kebutuhan dan budget training perusahaan. Keberadaan Trainer Management akan memberikan COMPETITIVE ADVANTAGE tersendiri bagi perusahaan as a Consument di masa krisis seperti ini. Apa jadinya jika Trainer merangkap jualan trainingnya sendiri? tak ubahnya penjual kecap: ”Kecap saya, pasti kecap  no 1”…Hari gini…gitu loh? He he he…

Satu pemikiran pada “Analisis Perilaku Konsumen Market Training Indonesia 2009

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s