SIAP memBUKA MATA terhadap SIKAP DIRI yang Gemar melakukan PEMBIARAN


Pagi ini saya rebahan di sofa membaca berita-berita dari Blackberry. Setelah mata lelah membaca huruf kecil-kecil di BB pandangan saya arahkan ke sudut tipis antar celah tangan saya menatap ke atas. Byarrr, tampak rumah laba-laba ada tiga view di ujung antara dinding dan eternit ruang tamu. Bukan sesuatu yang aneh memang sbab pemandangan ini sudah terjadi satu bahkan dua bulan yang lalu. Yang sungguh menganehkan adalah justru kenapa saya memiliki kebiasaan memBIARkan..?

Para Manager, Leader, bahkan Owner perusahaan saat ini juga sering dipusingkan oleh kebiasaan para karyawan yg cenderung melakukan PEMBIARAN atas terjadinya penyimpangan kerja, pemborosan material, dan kesalahan prosedur. Kran air kamar mandi yang dibiarkan saja tetap mengucur meski bak kamar mandi sudah penuh. Produk yang di bawah standart kualitas dibiarkan terus diproduksi dengan alasan target produksi bakal tak tercapai jika mesthi menghentikan proses produksi utk perbaikan, pengecekan rutin spare part mesin hanya dilakukan secara acak karena malas mengerjakan oleh banyaknya step-step pemeriksaan yang mesti dilalui. Dan contoh riil lainnya yang dekat dengan proses kerja di sekitar kita.

“Belajarlah dari kata PEMBIARAN ini!!” demikian suara yang saya dengar dari dalam benak saya. Sekelebat suara itu memekikkan kesadaran saya, dan secepat kilat saya belajar untuk mentaati dan langsung saya olah pikiran ini untuk mengembangkan kata “Pembiaran” ini, ada apa di balik kata-kata “Pembiaran” ke dalam pertanyaan2 ke internal diri: apa manfaatnya membiarkan sarang laba-laba? apa manfaatnya tidak membiarkan sarang laba-laba? Lebih bermanfaat mana membiarkan atau tidak membiarkan bagi saya, istri, dan tamu-tamu kami?

Setelah internal dialog ini menghasilkan hasil olah pikir dan rasa, maka keputusan yang saya hasilkan adalah tidak membiarkan sarang laba-laba tetap bertengger di atas dinding ruang tamu rumah kami. Akhirnya, saya dibantu istri mengambil satu bilah bambu panjang yang bagian ujungnya saya taruh kain kering dan kemudian saya seka diantara dinding dan eternit dimana sarang laba-laba itu berada. Ada 3 titik yang secara perlahan saya bersihkan. Tak sampai 5 menit dinding dan eternit ruang tamu kami sungguh tampak bersih, rapi dibanding hari-hari sebelumnya. Ya inilah point pembelajaran dari manfaat tidak melakukan pembiaran.

Sahabat seperjalan di jalan Coaching Ways yang Terberkati dan Memberkati! Saat “mata ini melihat” ada suatu situasi/kejadian/masalah yang perlu segera diselesaikan, acapkali manusia yang belum menyadari bahwa dirinya terberkati dengan modalitas sumber daya manusia justru akan memilih untuk melakukan tindakan “menutup mata”, membiarkan situasi/kejadian/masalah itu tetap berlangsung.

Beginilah contoh hidup saya yang belum tercerahkan ini, belum sadar bahwa untuk merespon berkat-berkat Ilahi sebenarnya cukup dengan keMAUan membuka mata dan berani merespon bimbingan nurani dengan satu kata: YA!!!

 …YA! saya siap bertindak ; tak memBIARkan kehidupan saya ini berlalu hanya begini-begini saja!?!

2 pemikiran pada “SIAP memBUKA MATA terhadap SIKAP DIRI yang Gemar melakukan PEMBIARAN

  1. Mas Kris jadi seperti pemerintah c.q satpol pp, yang membiarkan dalam tempo lamaaa sekali, sampai bertahun-tahun bangunan liar, hingga jadi bangunan permanen, dan penghuni bangunan liar sampai beranak-pinak… baru dilakukan penggusuran… akhirnya terjadi demo penolakan… Itulah akibat “mental pembiaran” yang masih selalu ada di benak para pejabat negeri ini…

    Nah, Mas Kris… untungnya tidak didemo oleh para laba-laba yang sarangnya sudah dibiarkan lama terbentuk di atap ruang tamunya… coba kalau laba-labanya berdemo… jadi seperti film horor loh… hahaha…

    Salam Luar Biasa Prima!
    Wuryanano

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s