Manusia diberi kemampuan membalikkan keadaan, sementara kucing hanya mampu membalikkan piring penutup ikan asin…


Saudara, apapun keadaan Anda saat ini ; apalagi yang sedang mengalami persoalan berat, berita baiknya Anda diberi anugerah kemampuan untuk membalikkan keadaan, ya membalikkan keadaan…

Bagi manusia yang mau berusaha mencari dan menemukan jalan keluar, selalu tersedia kesempatan untuk membalikkan keadaan. Dari pihak yang kalah, menjadi pemenang. Dari situasi sedih menjadi bahagia, dari miskin berkekurangan menjadi kaya berkelimpahan. Dari anak buah menjadi pimpinan, bahkan dari kutuk mampu menjadi berkat bagi orang lain. Dari terbelenggu menjadi merdeka.

Seni membalikkan keadaan ini ibarat kucing yang didorong oleh kebutuhan lapar perut, dia berusaha naik ke meja makan dan ketika mendapati ada ikan asin yang ditutup piring, ia dengan kaki dan mulutnya menodorong, menserongkan sedemikian piring tersebut untuk mendapati ikan asin yang lezat utk disantapnya. Dari keadaan piring tertutup, menjadi piring terbuka. Namun, ini tentang kemampuan kucing membalikkan piring,  tentu kemampuan Anda jauh lebih dari sekadar demikian khan?🙂

Kucing dan Ikan Asin

Tindakan kucing ini pada awalnya adanya kebutuhan yaitu laparnya perut, kemudian ia bergerak mengendus sumber mana yang ada bahan makanan yang cocok baginya. Tentu ada sejumlah makanan yang lain misalnya sayur lodeh, sambal, kerupuk di toples, namun ia mampu membedakan dengan jelas mana yang menjadi target buruan, mana yang sia-sia bila di usahakan karena tidak sesuai dengan seleranya atau jenis makanannya.

Setelah menemukan locus dimana ia akan memburu, kemudian ia berusaha untuk membalik, menggeser, mendorong, hingga ikan asin itu terbuka. Praktek sedemikian sebatas yang dipahami oleh kucing sebab mana ada kucing yang mengerti tentang etika, aturan, do and don’t? tentu kita manusia tidak pas kalau menghalalkan segala cara dengan menggeser, mendorong, melakukan intrik meski secara pikiran bisa dilakukan? Tak ubahnya seperti kucing dunk…

Pointnya sama, ada kemauan, usaha, cara…untuk membalikkan keadaan…tidak sekadar meratapi nasib, menangisi keadaan, alih-alih menjadi pemenang sekadar mau menjadi korban! IIiiiihhh bukan kita banget yaaa, khan?

Ayoo, gunakan semua sumber daya yang ada dalam diri maupun lingkungan, amati, kalkulasi, susun strategi-strategi. Suatu keadaan apapun sifatnya netral sampai manusia mampu memaknai dan memberikan bingkai baru atas keadaan tersebut, dari yang tadinya memperdaya kita balikkan keadaan menjadi penuh daya, dan bila behavior ini kita lakukan terus menerus, bayangkan bila di usia Anda saat ini berapapun dan di masa depan adalah sekumpulan ilmu, pengalaman, dan discovery yang powerfull untuk membalikkan keadaan Anda saat ini apapun.

Bila manusia tidak mau membalikkan keadaan, tentu tidak akan ada kemampuan untuk membalikkan keadaan, dan pada akhirnya nasibnya hanya akan dibalik2an keadaan. Mau….??

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s