Exclusive COACHING: Training Need Analysis (TNA)

Senin dan Selasa kemarin (22-23 Nov 2010), saya diundang oleh satu perusahaan Oil and Gas International berkantor pusat di USA. Adapun tujuan diundangnya saya oleh perusahaan adalah diminta membimbing dan mendampingi satu orang karyawan di Departement Training perusahaan tsb, agar terampil dalam melakukan “TNA” atau Training Need Analysis.

Sejak sesi coaching dimulai, saya dengan Coachee (peserta Coaching) langsung terlibat intens ke dalam diskusi dan facilitative learning yang saya kembangkan. Saya mulai menggali Need sesungguhnya Coachee terkait TNA ini, tuntutan kinerja apa yang diharapkan perusahaan kepada dia dalam melakukan TNA, sekaligus saya melakukan penjelajahan kedalaman seberapa tingkat Knowledge, Skill, Attitude dalam melakukan TNA.

Hasilnya, informasi mengalir deras!. Saya dapat melihat gambaran, mendengar cerita, dan merasakan kesulitan, hambatan, serta tantangan yang dia alami selama ini dalam melakukan TNA. Dan, WoW di tengah-tengah diskusi antara kami, saya menangkap dan merasakan sangat jelas getar-getar semangat dan kerinduan kuat dia untuk mampu membuktikan bahwa dirinya layak menjadi STAR dalam bidang TNA di perusahaan dimana dia bekerja. Sebuah niatan yang merupakan modal penting ; tugas saya tinggal memperluas Knowledge dan mempertajam Skill dia dalam kompetensi TNA ini.

Setelah MAP dari Coachee yang jelas, rinci, dan lengkap sudah saya dapatkan, kemudian saya mulai mempersiapkan aksi intervensi materi yang akan saya kembangkan dengan proses memilah dan memilih materi-materi apa yang merupakan akar masalah, mana yang sebenarnya hanyalah kulitnya saja ke dalam Desain Coaching untuk mengembangkan KSA Coachee. Lagi-lagi bukankah ini WoW..? sebab tahapan dan langkah yang saya lakukan ini sebenarnya salah satu CONTOH RIIL proses dan tahapan cara melakukan TNA, khan…? Baca lebih lanjut

Training Need Analysis ; Menganalisis Kebutuhan Training

Training Need Analysis (TNA) adalah kegiatan/aktivitas menganalisis kebutuhan training. Ibarat kegiatan dokter dalam menangani sakit pasien, maka TNA adalah mirip (meski tak sama) dengan kegiatan mendiagnosis penyakit. Untuk mendiagnosis penyakit, dokter perlu melakukan wawancara pendahuluan dan pendalaman dengan pasien, menyentuh bagian-bagian tubuh pasien yang dirasa sakit, mengukur tekanan darah, memeriksa mata dan mulut pasien dengan senter/alat bantu penerang lainnya, bahkan memerintahkan dilakukan cek darah ke laboratorium untuk mendapatkan hasil yang presisi.

Kegiatan diagnosis ini menjadi vital, mengingat jika terjadi salah diagnosis sangat mungkin terjadi bukannya pasien sembuh, namun justeru malah meninggal, atau kalaupun sembuh membutuhkan waktu yang ralatif lama dan dengan biaya cukup besar. Sekarang kita menjadi paham, mengapa kegiatan mendiagnosis penyakit yang dilakukan oleh dokter, biasanya memakan waktu panjang, dilakukan secara bertahap, dan fasenya berkelanjutan, dibanding tindakan intervensi/operasi penyakitnya sendiri.

Pun demikian dengan training, TNA adalah serangkaian proses untuk menemukan akar masalah penyebab terjadinya GAP antara tuntutan pekerjaan dengan hasil performance karyawan dan kemudian memberi solusi yang tepat melalui pengembangan Knowledge, Skill, Attitude (KSA) karyawan. Baca lebih lanjut