Jurus Ampuh, Sayang Dijauhi: SENI BERTAHAN

WaterManusia mempunyai kuasa dan kehendak bebas dalam kehidupan ini. Segala penemuan ilmu dan teknologi yang saat ini ada adalah bukti yang menjelaskan secara gamblang betapa Manusia dikarunia Tuhan dengan kemampuan yang mengagumkan. Pesawat terbang, computer, HP, Tablet, bahkan hanya dengan tinggal di sentuh maupun dengan suara alat-alat ini dapat dioperasikan ; teknologi berkembang sedemikian rupa.

Saudaraku, di tengah segala perkembangan canggih tersebut pertanyaannya adalah pernahkah Anda berada dalam suatu masa di mana kehidupan ini seolah berada dalam satu titik belenggu, di mana ada satu atau dua persoalan yang benar-benar membuat Anda seperti jalan di tempat, tidak tahu bagaimana jalan keluar untuk mengatasi masalah yang mendera.

Ada yang mengalami hanya 1 bulan saja, tapi ada pula yang mengalami sampai 1 tahun bahkan sampai bertahun-tahun baru mendapatkan titik terang: suatu pencerahan yang membebaskan diri dari belenggu persoalan yang menimpa. Dalam konteks ini sebenarnya segala daya upaya sudah dilakukan: dari menghubungi sahabat-sahabat, meminta saran kepada sesepuh rohaniawan, bahkan hingga berdiskusi intensif dengan pasangan atau boss di kantor. Jalan keluarnya sama, mandeg.

Saya kemudian mencoba belajar dari strategi dan taktik dalam permainan-pertandingan olahraga. Di sepakbola dikenal adanya fungsi back yang tugas utamanya menahan gempuran bola dari striker musuh agar jala tidak kebobolan. Di dunia pencak silat atau beladiri pada umumnya juga dikenal adanya jurus bertahan berupa seni dan skill memperkuat kuda-kuda. Bahkan di permainan catur yang sarat dengan adu strategi berbasis strategic thinking skill juga dikenal varian bertahan untuk mempertahankan/melindungi kehidupan sang raja. Baca lebih lanjut

Exhouse Training vs Inhouse Training, Mana Lebih Efektif?

Jangan terlalu berharap Anda akan mendapat materi yang customized sesuai kebutuhan, bila Anda mengikuti exhouse training! Mengapa? Mari kita gunakan akal sehat. Pertanyaan sederhana: siapa yang mendesain materi pada exhouse training? Seberapa jauh masalah dan kebutuhan Anda diketahui oleh trainer/pembicara publik SEBELUM training berlangsung? Bukankah semua Anda percayakan pada ’asumsi’ sang trainer semata atas kebutuhan dan masalah Anda? Hmmmm.

Ya, inilah kekhasan exhouse training. Semua desain materi training, alur, metode, contoh kasus menjadi otoritas penuh trainer. Inilah hukum exhouse training paling dasar. Trainee adalah pihak yang datang, terima, diskusi dan cerna. Keterlibatan trainee hanya terjadi pada saat jam efektif di kelas, saat berlangsung proses pembelajaran.

Bagaimana dengan inhouse training? Menjadi wajib hukumnya bagi trainer untuk melakukan survey dan atau wawancara mendalam dalam proses Training Need Analysis (TNA). Data atau informasi dapat diperoleh dari bagian training/SDM, manager lini, bahkan dari peserta training sendiri (baik random sampling maupun all). Artinya masalah, kebutuhan, latar belakang trainee dan organisasi, sudah dipotret oleh Trainer.

Baca lebih lanjut